Dream - Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA) akhir pekan lalu, 27 September 2014 telah menerbitkan pedoman keselamatan baru. Yang paling banyak disorot adalah mengijinkan penggunaan ponsel atau tablet selama penerbangan.
Kabar tentang akan diijinkannya penggunaan telepon seluler di pesawat sudah merebak sejak akhir 2013 lalu. Namun saat itu EASA masih menyusun aturan main. Banyak yang khawatir aturan yang muncul masih terlalu ketat. Ternyata pedoman keselamatan yang terbit itu cukup jelas bahwa penumpang tak perlu lagi menyalakan mode " airplane mode" selama penerbangan.
EASA menyebutkan mereka sudah melakukan pengujian dalam beberapa tahun terakhir. Hasilnya membuktikan tidak ada pengaruh gelombang radio dari ponsel atau tablet yang bisa mengganggu keselamatan penerbangan, seperti dikutip ITnews.com, Senin, 29 September 2014.
Dalam pedoman yang diterbitkan, EASA memberikan kebebasan tidak hanya penggunaan ponsel dan tablet tetapi juga laptop, e-readers, MP3 boleh dinyalakan sepanjang penerbangan. Beberapa bulan lalu, EASA mengijinkan penggunaan ponsel hanya saat pesawat sudah berada di ketinggian tertentu. Dan terbatas pada jaringan telepon.
Sementara dalam pedoman yang baru diterbitkan ini, maka semua akses internet, Wifi, telepon, dan sms kini diijinkan sejak penumpang masuk pesawat hingga turun.
Namun harap diingat aturan itu hingga kini belum diadopsi untuk Lembaga Keselamatan Penerbangan Asia.
Advertisement

Raden Saleh, Pelukis Jenius dari Nusantara yang Diakui di Eropa

Aroma yang Cocok Digunakan di Negara Tropis seperti Indonesia


Ini yang Terjadi pada Otak Setelah Berhenti Konsumsi Gula Tambahan Selama Sebulan

Pandangan Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram untuk Ketenangan Jiwa di Masa Modern

Bukan IQ, Ini Jenis Kepintaran yang Lebih Penting dan Menentukan Kesuksesan

Ini yang Terjadi pada Otak Setelah Berhenti Konsumsi Gula Tambahan Selama Sebulan