Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA) akhir pekan lalu, 27 September 2014 telah menerbitkan pedoman keselamatan baru. Yang paling banyak disorot adalah mengijinkan penggunaan ponsel atau tablet selama penerbangan.
Kabar tentang akan diijinkannya penggunaan telepon seluler di pesawat sudah merebak sejak akhir 2013 lalu. Namun saat itu EASA masih menyusun aturan main. Banyak yang khawatir aturan yang muncul masih terlalu ketat. Ternyata pedoman keselamatan yang terbit itu cukup jelas bahwa penumpang tak perlu lagi menyalakan mode " airplane mode" selama penerbangan.
EASA menyebutkan mereka sudah melakukan pengujian dalam beberapa tahun terakhir. Hasilnya membuktikan tidak ada pengaruh gelombang radio dari ponsel atau tablet yang bisa mengganggu keselamatan penerbangan, seperti dikutip ITnews.com, Senin, 29 September 2014.
Dalam pedoman yang diterbitkan, EASA memberikan kebebasan tidak hanya penggunaan ponsel dan tablet tetapi juga laptop, e-readers, MP3 boleh dinyalakan sepanjang penerbangan. Beberapa bulan lalu, EASA mengijinkan penggunaan ponsel hanya saat pesawat sudah berada di ketinggian tertentu. Dan terbatas pada jaringan telepon.
Sementara dalam pedoman yang baru diterbitkan ini, maka semua akses internet, Wifi, telepon, dan sms kini diijinkan sejak penumpang masuk pesawat hingga turun.
Namun harap diingat aturan itu hingga kini belum diadopsi untuk Lembaga Keselamatan Penerbangan Asia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya