Para Ahli Cemaskan Infeksi MERS Ringan

Reporter : Eko Huda S
Senin, 19 Mei 2014 10:15
Para Ahli Cemaskan Infeksi MERS Ringan
Seseorang dapat terinfeksi MERS tanpa mengalami penyakit pernafasan parah, kata Dr David Swerdlow, Kepala Tim Penanganan MERS di US Centers for Disease Control dan Prevention (CDC).

Dream - Para ilmuwan yang tengah memimpin perang melawan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) di Amerika Serikat mengatakan bagian kritis berikutnya adalah memahami bagaimana perilaku virus itu pada orang yang terinfeksi MERS ringan. Mereka yang terinfeksi dalam kadar ringan, kemungkinan menyebarkan penyakit itu tanpa sadar mereka sendiri memilikinya.

Tahapan ini mungkin paling penting untuk menghentikan penyebaran MERS, penyakit yang muncul di Timur Tengah pada tahun 2012 dan sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 629 pasien di Arab Saudi saja. Penyakit ini telah membunuh sekitar 30 persen dari mereka yang terinfeksi. Demikian menurut laman Saudi Gazette, Senin 20 Mei 2014.

Kepala Tim Penanganan MERS di US Centers for Disease Control dan Prevention (CDC), Dr David Swerdlow, mengungkapkan sudah semakin jelas bahwa orang dapat terinfeksi MERS tanpa mengalami penyakit pernafasan parah. " Anda tidak harus berada di unit perawatan intensif dengan gejala pneumonia agar dianggap menderita MERS," kata Swerdlow.

CDC memiliki tim di Arab Saudi untuk mempelajari apakah kasus infeksi MERS ringan masih mampu menyebarkan virus. Swerdlow mengawasi pekerjaan mereka dari Atlanta. Mereka berencana untuk menguji anggota keluarga dari orang-orang yang terinfeksi MERS ringan. Bahkan, jika kerabat ini tidak memiliki gejala apapun, untuk membantu menentukan apakah virus dapat menyebar cepat dalam sebuah rumah.

Penyakit MERS yang menyebabkan batuk, demam dan kadang radang paru-paru fatal, jumlahnya telah berkembang hampir tiga kali lipat dalam satu setengah bulan terakhir. Virus itu juga mulai bergerak keluar dari jazirah Arab karena dibawa individu yang terinfeksi dalam perjalanan dari wilayah tersebut.

Sejak akhir April, tiga kasus MERS telah dilaporkan di wilayah AS. Para pejabat Belanda melaporkan dua kasus pertama mereka minggu lalu. Infeksi juga telah muncul di Inggris, Yunani, Perancis, Italia, Malaysia dan di tempat lain.

Karena MERS adalah virus yang sama sekali baru, belum ada obat untuk mengobatinya dan tidak ada vaksin yang mampu mencegah penyebarannya.

Virus ini diduga adalah sepupu dekat dari virus yang menyebabkan SARS yang menewaskan sekitar 800 orang di seluruh dunia setelah pertama kali muncul di Cina pada tahun 2002. Karena pasien MERS dapat memiliki " gejala ringan dan biasa," Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan pekerja rumah sakit untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi standar untuk semua pasien.

" Pembawa simpton penyakit ini dapat menjadi pintu masuk utama bagi penyebaran MERS," kata Dr Amesh Adalja dari University of Pittsburgh Medical Center.

" Ini mirip seperti penyebaran Tifoid Mary," katanya. Dr Amesh mengacu pada nama juru masak yang menyebarkan demam tifoid tanpa gejala ke puluhan orang pada awal abad ke-20.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian