Sosok Akidi Tio dan Keluarga yang Sumbang Rp2 Triliun Atasi Covid-19

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 26 Juli 2021 19:59
Sosok Akidi Tio dan Keluarga yang Sumbang Rp2 Triliun Atasi Covid-19
Keluarga Almarhum Akidi Tio menyerahkan bantuan sebesar Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19.

Dream - Akidi Tio, seorang pengusaha di Sumatera Selatan, bersama keluarganya menyerahkan donasi untuk membantu upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Nilai sumbangan yang diberikan sangat fantastis mencapai Rp2 triliun.  

Keluarga pengusaha diduga asal Aceh ini menyerahkan sumbangan tersebut melalui Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri S dalam sebuah acara yang digelar di ruang Rekonfu Mapolda Sumsel.

Kapolda Sumsel mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada pemerintah guna kepentingan masyarakat dalam melewati wabah pandemi Covid-19. Ia juga mengatakan bahwa sudah bekerja dengan tim dan berkolaborasi mengemban amanah yang diberikan keluarga Alm. Akidi.

" Saya tidak akan sanggup untuk menjalankan amanah ini sendiri. Jadi saya akan menerima ini dengan catatan tentu akan bersama dengan pak Gubernur, pak Danrem dan semua stakeholder untuk selalu memikirkan pemanfaatannya ini," kata Eko Indra dikutip dari akun Instagram @Polda_sumsel, Senin, 26 Juli 2021.  

Kapolda berharap dengan kolaborasi dan kerja sama yang baik diharapkan amanah yang sangat besar diberikan keluarga ini bisa sama-sam dijalankan. 

Sementara mengutip akun Instagram @diskominfo_sumsel, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru mengapresiasi sikap dermawan keluarga Almarhum Akidi Tio yang turut membantu penanganan Covid-19 di Sumsel.

Menurut gubernur yang biasa disapa HD, upaya yang dilakukan keluarga almarhum Akidi tersebut layak menjadi contoh bagi masyarakat Sumsel agar turut serta memberikan sumbangsih dalam penanganan Covid-19.

“ Kita bangga ya, keluarga almarhum Akidi Tio ini ikut serta memberikan kepedulian terhadap penanganan Covid-19 di Sumsel. Apalagi jumlah dana yang diberikan sangat besar sekali, yakni Rp2 triliun. Ini angka yang tidak sedikit,” ungkapnya

HD berharap, apa yang telah dilakukan keluarga Almarhum Akidi Tio bisa memberikan motivasi bagi warga Sumsel untuk bersama-sama melawan pandemi Cvovid-19. Dengan harapan aktifitas sosial kembali normal kembali.

1 dari 6 halaman

Siapa Akidi Tio?

Keluarga Alm. Akidi Tio© peloporwiratama.co.id

Sementara mengutip laman peloporwiratama.co.id,  alm Akidi Tio merupakan pengusaha sukses asal Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Diketahui ia memiliki bisnis di bidang infrastruktur dan kontraktor.

Semasa hidupnya, Akidi Tio diketahui sering memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. Kebiasaan itu juga diajarkan kepada tujuh anaknya yang kini menjadi pengusaha sukses dan mayoritas menetap di Jakarta.

2 dari 6 halaman

Pandemi Covid-19 Masih Buruk, Mahfud MD: Tenang, Anggap Flu Biasa

Dream - Ditengah angka kasus aktif Covid-19 di Indonesia yang masih mengkhawatirkan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menpolhukam), Mahfud MD, mengajak masyarakat tetap tenang.

Mahfud mengajak para tokoh agama di Jawa Barat saling bekerjasama membangun ketenangan agar imunitas masyarakat tetap terjaga. 

" Bagaimana agar kita menjaga imunitas itu? Ketenangan. Mari bangun ketenangan masyarakat, jangan ditakut-takuti," kata Mahfud MD dalam dialog virtual dengan tokoh agama Jawa Barat yang diunggah kanal YouTube Kemenkopolhukam, Minggu 25 Juli 2021.

3 dari 6 halaman

Tenang dan Anggap Flu Biasa

Mahfud meminta masyarakat tetap tenang dan menganggap virus corona sebagai penyakit flu biasa. " Bahwa penyakit ini sama dengan kita flu, beli Decolgen selesai, kalau kita tenang itu biasa. Anggap begitu aja," tuturnya.

Dia juga mengingatkan bahwa kini sudah ada vaksin dan obat penunjang terapi Covid-19, sehingga masyarakat bisa tetap tenang. Ia juga menyinggung tentang dalil ilmu kedokteran yang dikatakan oleh Ibnu Sina soal imunitas.

" Ibnu Sina yang mengatakan kalau kamu ingin sembuh ya tenang aja, ingin selamat ya tenang aja, jangan panik. Apa kata beliau? Panik itu adalah separuh dari penyakit, tapi tenang itu adalah separuh dari obat. Nah, berarti kalau kita tenang, kita sudah sembuh separuh," tutur Mahfud MD.

Sementara untuk kondisi fisik, ia juga menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan masyarakat.

" Tinggal fisiknya, fisiknya apa? Fisiknya sabar, berdoa, mencari obat, sabar itu artinya tangguh, sabar itu bukan ngalah. Itu adalah permulaan dari kesembuhan," ujar Mahfud MD.

 

4 dari 6 halaman

Epidemiolog: Bukan PPKM, Kasus Covid-19 Turun karena Sampel Sedikit

Dream - Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama, menyebut, PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah selama beberapa pekan terakhir belum mampu menurunkan kasus positif Covid-19. Menurut Bayu, penurunan kasus baru terjadi karena jumlah sampel yang dites menurun.

“ Belum terlihat penurunannya. Kalaupun turun diikuti jumlah tes yang turun juga,” kata Bayu Satria, dikutip dari Liputan6.com, Senin 26 Juli 2021.

Bayu mengungkapkan, pemerintah juga sudah mengaku adanya penurunan jumlah tes. Sedangkan presentase jumlah kasus positif cenderung stabil.

“ Kalau jumlah yang dites turun otomatis jumlah kasus juga turun. Bisa dilihat dari positivity rate yang cenderung stabil,” ucapnya.

 

5 dari 6 halaman

Masyarakat Semakin Abai Prokes

Beberapa waktu lalu, beredar kabar vaksinasi menyebabkan peningkatan kasus positif. Padahal tidak ada hubungan antara peningkatan kasus positif dan gencarnya program vaksinasiasi.

Menurut Bayu, peningkatan kasus aktif justru disebabkan masyarakat yang semakin hari abai dengan protokol kesehatan.

“ Bukan karena vaksinnya, karena vaksin aman dan tidak akan menyebabkan sakit Covid-19. Yang mungkin terjadi adalah pelaksanaannya yang tidak terkendali dan menyebabkan 5M tidak bisa dijaga,” katanya.

6 dari 6 halaman

Sulit Capai Herd Immunity

Bayu mengatakan kemungkinan peningkatan kasus Covid-19 sudah terjadi sejak lama, namun karena minimnya jumlah testing sehingga tidak terdeteksi.

“ Kita tidak pernah bisa cukup testingnya sehingga data yang ada itu tidak mencerminkan yang sebenarnya sehingga mungkin sekali di Juni sudah tinggi kasusnya, namun banyak yang masih undetected. Bahkan, diduga sejak Mei banyak kasus yang tidak terdeteksi sudah ada di masyarakat makanya bisa naik sangat tinggi di Juli,” ungkapnya.

Bayu pun menyarakan agar pemerintah terus gencar mempercepat program vaksinasi untuk bisa mencapai herd immunity. Ia mengingatkan, apabila laju vaksinasi masih rendah, target herd imunnity yang diprediksi pada September akan sulit dicapai.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar