Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Kesehatan memutuskan menunda pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil. Dengan penetapan ini, tahap kedua vaksinasi takkan diikuti oleh para ibu yang sedang hamil.
" Untuk hamil masih ditunda vaksinasinya," ujar Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, melalui keterangan pers disiarkan channel YouTube Kementerian Kesehatan RI.
Nadia mengatakan vaksinasi ibu hamil ditunda sampai melahirkan. Sedangkan jika para ibu ingin mendapatkan vaksinasi, disarankan untuk menunda dahulu program kehamilan.
" Setelah mendapatkan vaksinasi dosis kedua, tentunya pasangan usia subur bisa merencanakan kehamilannya," kata Nadia.
Sedangkan untuk ibu menyusui, kata Nadia, bisa mendapatkan vaksinasi. Demikian pula dengan ibu yang sudah melahirkan, keduanya sangat layak mendapatkan vaksin.
" Tidak ada kriteria berapa lama menyusui tetapi begitu dia sudah melahirkan dan mulai menyusui, maka dia layak mendapatkan vaksinasi," kata Nadia.
Kemenkes sendiri telah memperluas cakupan penerima vaksinasi Covid-19. Vaksinasi kini dapat diberikan kepada lansia di atas 60 tahun, penyintas dengan syarat sudah tiga bulan sembuh, serta orang dengan komorbid.
" Untuk kelompok komorbid, dalam hal ini hipertensi, dapat disuntik vaksin kecuali jika tekanan darahnya di atas 180/110 MmHg. Bagi kelompok komorbid dengan diabetes dapat divaksinasi sepanjang tidak ada kondisi akut, bahkan seorang penyandang kanker dan penyandang penyakit autoimun masih memungkinkan mendapatkan vaksinasi setelah dikonsultasikan kepada dokter yang merawat," kata Nadia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran