Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (http://blog.pesantrenmedia.com/)
Dream - Ini kisah mualaf yang sangat menggetarkan hati. Seorang perempuan yang terusir dari keluarga karena jatuh cinta kepada pemuda Muslim. Dia harus meninggalkan harta yang menggunung demi memilih Islam.
Kisah itu bermula saat perempuan ini, Mawar, jatuh cinta kepada Fariz, yang bekerja di perusahaan orangtuanya. Dari kedekatan ini Mawar mulai mengenal Islam.
Namun, hubungan mereka diketahui oleh orangtua Mawar. Cinta itu harus dimatikan. Tak peduli bagaimana rasanya. Faiz pun kemudian dipulangkan ke Jawa. Sehingga keduanya putus kontak.
Namun Mawar mempertahankan cinta itu. Meski jiwanya harus teraniaya. Semakin hari dia makin dijauhi oleh keluarga. Sampai makan pun, harus menyantap menu sisa keluarganya.
Mawar terus berusaha memberi penjelasan. Namun papa dan mamanya menutup hati. Hingga suatu saat dia terusir. Tanpa harta. Ijazah dan uang miliaran di tabungan terkunci rapat di lemari besi keluarga.
Saat itulah Fariz menjemput. Mawar kemudian membaca Syahadat. Keduanya lantas menikah. Mawar menjadi istri yang sangat setia. Begitu pula Faiz, mampu menjadi imam yang baik. Mereka dikarunia satu putra.
Belum lama pernikahan itu, cobaan kembali datang. Faiz yang sangat dicinta meninggal. Duka mendalam membekap hati Mawar. Dia akhirnya pulang ke kampung halaman. Namun bukan rumah orangtua. Dia mengontrak dan berdagang kecil-kecilan.
Hidupnya lontang-lantung. Di tengah gundah hati itu, Mawar pergi ke masjid tempatnya mengucap syahadat. Di sana dia menangis, bercucuran air mata. Sementara anaknya terlelap di sampingnya.
Saat itulah imam masjid menghampirinya. Mawar menumpahkan semua isi hati kepada imam yang dulu membimbingnya bersyahadat itu. Mawar akhirnya diberikan tempat di kamar berukuran 2X2 meter untuk tinggal bersama sang anak.
Baca kisah selengkapnya di tautan ini. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya