7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Jakob Oetama (Kompas TV)
Dream - Dunia pers Indonesia tengah berduka. Pendiri Kompas Gramedia Grup, Jakob Oetama meninggal dunia pada Rabu, 9 September 2020.
Kompas TV melaporkan Jakob meninggal pada usia 88 tahun. Dia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran, Jakarta Pusat.
Jenazah Jakob akan disemayamkan di Gedung Kompas di Palmerah Selatan, Jakarta. Sebelumnya akan dibawa ke rumah duka di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan untuk misa perpisahan.
Rencananya, Jakob dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Jakob lahir di Desa Jowahan, tidak terlalu jauh dari Candi Borobodur di Magelang, Jawa Tengah, pada 27 September 1931. Dia adalah putra pertama dari pasangan Raymundus Josef Sandiyo dengan Margaretha Kartonah.
Dalam dunia pers, Jakob mendirikan Kompas bersama sahabatnya, Petrus Kanisius (PK) Ojong. Koran tersebut lalu menjelma menjadi media besar dan menjadi rujukan banyak pihak.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?