Indonesia Bisa Berangkatkan Jemaah Umroh Mulai Besok

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 30 November 2021 13:01
Indonesia Bisa Berangkatkan Jemaah Umroh Mulai Besok
Jemaah umroh Indonesia dapat bersiap berangkat. Ketentuan karantina 14 hari di negara ketiga juga dihapuskan.

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, memastikan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) telah mencabut suspensi atau penundaan masuk bagi Indonesia yang akan berlaku mulai 1 Desember 2021. Dengan pencabutan tersebut, warga Indonesia bisa terbang langsung ke Saudi tanpa perlu lagi menjalani karantina 14 hari di negara ketiga maupun telah menerima booster.

" Dengan pembukaan suspend tersebut maka otomatis penyelenggaraan umroh juga dibuka," ujar Gus Yaqut saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, disiarkan kanal DPR RI.

Gus Yaqut kembali mengungkapkan pencabutan suspensi oleh GACA diputuskan pada 25 November 2021. Selain Indonesia, sejumlah negara yang juga dibolehkan masuk ke Saudi yaitu Pakistan, Vietnam, Brasil, Mesir, dan India.

Selanjutnya, Gus Yaqut mengungkapkan pembukaan kembali pintu masuk merupakan hasil dari lobi yang intensif antara Indonesia dengan Saudi. Salah satunya lewat lawatannya ke beberapa pejabat Saudi.

1 dari 5 halaman

Hasil Lobi

Gus Yaqut sempat berkunjung dan terlibat pembicaraan dengan sejumlah pejabat Saudi terkait perkembangan pandemi di Indonesia. Di antaranya seperti Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan, Menteri Urusan Haji dan Umroh.

" Dengan didampingi oleh Ketua Komisi VIII DPR RI dan di sela-sela kunjungan tersebut kami melakukan pertemuan dengan Gubernur Mekah," kata dia.

Dia menjelaskan Gubernur Mekah merupakan Penasehat Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz. Selain itu juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pusat Haji Saudi.

" Alhamdulillah, pertemuan tersebut membuahkan hasil yang positif," ucap Gus Yaqut.

2 dari 5 halaman

Saudi Bolehkan Jemaah Luar Negeri Sudah Vaksin Umroh, Harus Karantina 3 Hari

Dream - Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi menerbitkan aturan baru penyelenggaraan umroh setelah sempat ditutup. Jemaah dari luar negeri dibolehkan kembali melaksanakan umroh dengan syarat sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Aturan tersebut diumumkan pada Minggu, 28 November 2021 waktu setempat. Keputusan baru ini didasarkan atas rekomendasi terkini dari Kementerian Kesehatan Saudi.

Kepala Bidang Humas Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia, Limi Maria Goretti, menyampaikan terdapat tiga poin pokok dari keputusan yang diumumkan Juru Bicara Kementerian Haji Saudi, Hisyam Abdul Mun'im Said.

" Dosis lengkap vaksin Covid-19 menjadi syarat pertama dan utama penerbitan visa umroh," ujar Limi melalui keterangan tertulis.

Saudi telah mengakui vaksin Covid-19 yang direkomendasikan WHO. Tetapi, Saudi menerapkan dua kebijakan berbeda terhadap calon jemaah umroh sudah divaksin terkait karantina.

 

3 dari 5 halaman

Penerima Vaksin Disetujui Saudi Bebas Karantina

Menurut Limi, jemaah dengan visa umroh yang sudah divaksin dengan vaksin yang disetujui Saudi diizinkan langsung melaksanakan umroh. Jemaah kategori ini tidak perlu menjalankan karantina.

" Karantina tiga hari bagi jemaah dengan visa umroh yang divaksinasi dengan vaksin yang disetujui WHO dan tes PCR setelah 48 jam dimulainya karantina. Jemaah bisa langsung umroh bila hasil tes PCR negatif," kata Limi.

Dalam akun resmi Twitter @hsharifain, Saudi menyetujui beberapa jenis vaksin. Berikut daftarnya:

- 2 dosis Pfizer BioNTech atau Comirnaty;
- 2 dosis Oxford AstraZeneca, Covishield, SK Bioscience atau Vaxzevria;
- 2 dosis Moderna atau Spikevax;
- 1 dosis Johnson & Johnson.

4 dari 5 halaman

Kemenag Bahas Teknis Umroh dengan Kementerian Haji Saudi Usai Pencabutan Suspend

Dream - Arab Saudi resmi mencabut suspend atau penundaan penerbangan langsung dari Indonesia terhitung mulai 1 Desember 2021. Para WNI kini bisa terbang langsung ke Saudi tanpa perlu karantina 14 hari di negara ketiga dan tidak perlu booster vaksin.

Meski demikian, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief, mengatakan pencabutan suspend bukan berarti jemaah umroh Indonesia sudah bisa berangkat. Meski pencabutan tersebut juga berlaku untuk perjalanan umroh.

" Menindaklanjuti dicabutnya suspend penerbangan, Kementerian Agama RI dan Kementerian Haji Saudi akan membahas teknis penyelenggaraan umroh," ujar Hilman melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Hilman mengatakan masih ada proses persiapan yang harus dilakukan bersama otoritas Saudi. Antara lain terkait pendataan jemaah, paket layanan, dan pengurusan visa.

" Saya dan tim Konsul Haji KJRI Jeddah dijadwalkan hari ini (Minggu, 28 November 2021) membahas dan mendiskusikan skenario penyelenggaraan umroh bersama Kementerian Haji dan Umroh Saudi," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Alhamdulillah, Saudi Izinkan Penerbangan Langsung dari Indonesia per 1 Desember 2021

Hilman mengungkapkan pihaknya akan menjelaskan kesiapan Indonesia dalam memberangkatkan jemaah umroh. Juga memberikan penjelasan terkait skenario penyelenggaraan umroh di masa pandemi.

Ditjen PHU sendiri telah menyusun skenario tersebut. Cakupannya antara lain one gate policy (kebijakan satu pintu), skema karantina, validasi sertifikat vaksin dan hasil PCR, manasik umroh di masa pandemi, dan beberapa lainnya.

" Dengan Kementerian Haji Saudi, kita juga akan bahas skema dan durasi waktu karantina di Saudi, proses pengurusan visa, paket layanan, termasuk jadwal pergerakan dan masa tinggal jemaah selama di Tanah Suci," terang Hilman.

Lebih lanjut, dia berharap skenario bersama ini bisa segera disepakati. Dengan begitu, dapat menjadi panduan bagi pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), dan juga jemaah dalam pelaksanaan umroh.

" Semoga jemaah umroh Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ziarah ke Tanah Suci," ucap Hilman.

Beri Komentar