Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Dream - Pengaruh perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi ternyata membawa pengaruh pada meningkatnya angka perceraian di Iran. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir atau Maret hingga Mei 2014 jumlah pasangan yang memutuskan untuk bercerai terus melonjak.
Jika dibandingkan apa yang terjadi di tahun 2006, jumlah perceraian saat ini telah mencapai lebih dari 1,5 kali atau sekitar 20 persen. Hal yang sebelumnya dianggap tabu ini justru seakan menjadi sebuah fenomena di kalangan pasangan di Teheran dan sejumlah kota besar lainnya di Iran.
Hingga saat ini sudah ada lebih dari 21 ribu kasus perceraian yang terdaftar dan umumnya dilaporkan oleh kaum perempuan. Ada berbagai hal yang mendasari para istri menuntut cerai sang suami, mulai dari masalah ekonomi, perzinahan, kecanduan narkoba, hingga kekerasan fisik dalam rumah tangga.
" Ada peningkatan besar dalam diri individu di Iran, khususnya di kalangan perempuan. Kaum perempuan kini lebih berpendidikan dan telah memiliki penghasilan sendiri hingga mampu mandiri secara finansial," ungkap Hamid Reza Jalaipour, seorang sosiolog di Tehran University seperti dilansir CNN.
Menurutnya, jauh sebelum mencuatnya fenomena ini seorang perempuan akan menikah dan harus menerima kondisi apapun dalam pernikahannya tersebut. Sekarang jika seorang perempuan tidak menemukan kebahagiaan, maka ia akan memutuskan untuk berpisah.
Meningkatnya angka percerian di kalangan pasangan Iran meresahkan pejabat-pejabat di pemerintahan Iran. Kevan Harris, seorang sosiolog asal Amerika Serikat menyebut jika lonjakan angka perceraian ini sebagai akibat perubahan internal yang terjadi di tengah masyarakat Iran.
Meningkatnya angka perceraian di Iran tidak sebanding dengan jumlah angka kelahiran. Tahun lalu komite urusan sosial mengajukan anggaran senilai US$ 1,1 miliar untuk memfasilitasi pernikahan sebagai upaya mendongkrak angka kelahiran di Negeri Seribu Satu Malam tersebut.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya