Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wang Yanhong (english.jschina.com.cn/)
Dream - Wang Yanhong. Inilah gadis cantik yang tengah menjadi topik berbagai media di Tiongkok. Dara berusia 22 dari Kota Zaozhuang, Shandong, itu rela berjualan ubi bakar untuk mendapatkan biaya pengobatan kakaknya yang menderita leukemia.
Wang baru saja menyelesaikan pendidikan keperawatan di sebuah institut di Zaozhuang. Dia kemudian bekerja pada klinik swasta di kotanya itu. Namun dia memutuskan keluar dari pekerjaan itu dan memilih pindah ke wilayah Jinan –ibukota Provinsi Shandong–untuk berjualan ubi bakar.
Pada November yang lalu, sang ayah telah menjual salah satu ginjalnya untuk mendapatkan biaya pengobatan kakak lelaki Wang, yang didiagnosa menderita leukemia sejak awal tahun ini.
Keluarga Wang memang tengah terdesak untuk mendapat biaya pengobatan itu. Sehinga apapun dilakukan untuk menyelamatkan kakak Wang itu. Tak hanya sang kakak, Wang juga sangat khawatir dengan kondisi sang ayah yang menjual ginjalnya itu.

Setiap pagi, Wang bangun pukul 5. Tak ada waktu untuk berleha-leha. Begitu mata terbelalak, dia sudah harus mulai membakar ubi jalar. Sekitar pukul 8 pagi, dia sudah harus menjual ubi-ubi bakar itu di Jalan Jiluo dan sekitarnya. Saat ini, dia harus berjualan di bawah cuaca sangat dingin dan harus menghabiskan dagangannya.

Dia baru kembali ke rumah kontrakan pada pukul 7 malam. Dalam satu hari, dia bisa membawa pulang uang Rp 360 ribu hingga Rp 400 ribu. Jika dikumpulkan, dengan dipotong biaya produksi dan kebutuhan hidup, jumlah itu sangat jauh dari cukup untuk mebiayai pengobatan sang kakak yang setidaknya membutuhkan dana Rp 1 miliar lebih. Namun inilah tekat Wang, ingin membantu meringankan beban keluarga. Ini bentuk tanggung jawabnya.

Sadar akan banyaknya biaya yang harus dibayar untuk pengobatan sang kakak, Wang membagi-bagikan brosur kepada siapa saja yang berjalan di sekitar tempatnya berdagang. Dalam brosur itu Wang menjelaskan kesulitan yang dihadapi keluarganya dan meminta sumbangan seikhlasnya.
Sejumlah netizen yang tersentuh dengan perjuangan dan tanggung jawab Wang untuk keluarga, memposting kisah dan foto-fotonya ke internet. Netizen ingin menggerakkan siapa saja untuk membantu perjuangan Wang dan keluarga.

Aksi ini rupanya berhasil. Banyak masyarakat yang tergerak untuk membantu Wang dan keluarga untuk menyembuhkan kakak lelakinya yang berusia 25 tahun itu. Setela kisah dan fotonya menggurita di dunia maya, gadis cantik ini mengaku setiap hari mendapat 20 donasi.
Optimisme pun muncul dari keluarga Wang, bahwa kakak lelakinya, yang baru menikah beberapa waktu lalu, akan sembuh dari leukemia dan bisa memulai hidup dengan keluarganya. (Ism, Sumber: www.womenofchina.cn, Rabu 3 Desember 2014)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya