Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tokoh Lintas Agama Berkumpul Menyatakan Imbauan Terkait Isu SARA Di Pilkada (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Inter Religious Council (IRC) dan enam tokoh antaragama menyampaikan pesan damai menjelang pemilihan kepala daerah serentak (Pilkada) 2017. Pesan ini disampaikan untuk mencegah penggunaan isu SARA dalam kampanye Pilkada nanti.
"Kami, intinya, para tokoh agama sangat menekankan perdamaian dan kerukunan. Kerukunan yang didasarkan atas keikhlasan dan keterbukaan, kekeluargaan," kata Ketua Presidium IRC, Din Syamsuddin, di kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Jakarta, Senin 17 Oktober 2016.
Menurut Din, Pilkada jangan sampai merenggut kebersamaan beragama yang ada di masyarakat. Sebab, perdebatan semacam itu berpotensi menimbulkan konflik.
"Jangan sampai memasuki wilayah yang sensitif (agama). Harus dihindari SARA dalam hidup yang majemuk," ucap dia.
Pertemuan itu dihadiri Ketua Walubi Suhadi Sendjaja, Ketum Matakin Uung Sendana, Sekretaris KWI Edy Purwanto, Ketua Bidang Dikbud PHDI Nyoman Udayana, Sekum PGI Gomar Gultom, dan Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama MUI, Yusnar Yusuf .
© Dream
Pesan damai tersebut terdiri dari enam poin. Pertama, IRC menyatakan keprihatinan berkembangnya suasana kehidupan bangsa yang menampilkan gejala pertentangan dan wacana antagonistik di kalangan masyarakat.
Kedua, IRC meminta semua pihak menahan diri dalam perkataan dan perbuatan yang dapat mendorong pertentangan dalam masyarakat majemuk, terutama menyinggung masalah sensitif menyangkut keyakinan agama, ras, antar golongan, dan suku.
Ketiga, IRC mendesak pemerintah harus hadir sesuai tanggung jawab dan kewenangan untuk mengatasi gejala pertentangan dalam masyarakat, baik lewat pendekatan pencegahan dan penanggulangan masalah.
Keempat, segala bentuk kekerasan tidak etis dan bertentangan dengan nilai agama dan kemanusiaan. Maka, semua masyarakat hindari segala macam kekerasan, baik fisik maupun verbal, dan juga moral.
Kelima, semua warga mendorong proses demokrasi Indonesia berlangsung aman dan lancar, secara jurdil dan selalu mengindahkan nilai moral dan etika keagamaan. Pemerintah dan penyelenggara pemilu pun wajib melaksanakan pemilu sesuai hukum dan aturan yang berlaku.
Dan keenam, semua umat beragama di Indonesia ini bersama-sama berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa sesuai keyakinannya agar Bangsa Indoensia terhindar dari malapetaka perpecahan, dan memiliki kekuatan lahir batin dalam menghadapi semua tantangan serta ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri yang menginginkan perpecahan bangsa dan keutuhan negara.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
