Menteri Nadiem Sampai Mohon PTM Dijalankan: `Anak-Anak Kita Alami Learning Loss`

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 16 September 2021 16:01
Menteri Nadiem Sampai Mohon PTM Dijalankan: `Anak-Anak Kita Alami Learning Loss`
Sejauh ini baru 45 persen satuan pendidikan di daerah yang sudah menggelar PTM terbatas

Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, meminta semua pihak, khususnya kepala daerah, untuk mendukung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Permohonan disampaikan mengingat angka anak putus sekolah di Indonesia mengalami peningkatan akibat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

" Kami mohon sekali kepada daerah untuk menyelamatkan anak-anak kita yang mengalami learning loss. Generasi ini akan sangat sulit untuk mengejar ketertinggalan," ujar Nadiem.

Nadiem kembali mengingatkan sekolah di daerah PPKM level 1 hingga 3 dapat melaksanakan PTM terbatas. Apalagi jika guru dan tenaga kependidikan di suatu sekolah sudah divaksinasi, maka sekolah wajib memberikan opsi PTM dan PJJ.

" Orangtua tetap berhak menjadi penentu metode pembelajaran terbaik bagi anaknya," kata Nadiem.

Nadiem mengungkapkan sejauh ini baru 45 persen satuan pendidikan di daerah yang sudah menggelar PTM terbatas. Dia menilai angka ini masih jauh dari harapan lantaran masih banyak satuan pendidikan belum memberikan opsi PTM terbatas.

Sebagian besar satuan pendidikan tersebut terkendala izin dari pemerintah daerah. Dia pun mengingatkan dampak buruk PJJ yang bisa timbul secara permanen dan membuat anak-anak Indonesia tertinggal serta tak mampu mengejar.

1 dari 5 halaman

Angka Putus SD 2020 Cukup Tinggi

Nadiem menyinggung hasil riset yang digelar INOVASI dan Pusat Penelitian Kebijakan Kemendikbudristek. Rata-rata, pendidikan di Indonesia telah kehilangan 5-6 bulan pembelajaran per tahun.

Kemudian, riset Bank Dunia menyebut angka putus sekolah di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 1,12 persen. Peningkatan tersebut 10 kali lipat dibandingkan dengan Angka Putus SD 2019.

Diperkirakan anak usia SD di Indonesia pada 2020 tidak bersekolah sebanyak 118 ribu anak. Jumlah ini meningkat lima kali lipat dibandingkan 2019.

" Kami harap percepatan penuntasan vaksinasi PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) bisa menjadi dorongan untuk mengembalikan anak ke sekolah secara terbatas," kata Nadiem, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 5 halaman

Nadiem: Adik-Adik Pelajar Lebih Senang PTM Terbatas

Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengungkapkan, para pelajar lebih senang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) meskipun masih terbatas. Dia mengaku mendapat fakta itu ketika berkunjung ke SMA Negeri 4 Surakarta, Jawa Tengah.

" Saya tadi tanya adik-adik, ternyata semuanya lebih senang PTM terbatas," ujar Nadiem.

Nadiem mengingatkan, jika ingin PTM terbatas, maka semua harus bisa menjaga diri dan kesehatan, menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah.

" Kalau tidak mau kembali belajar jarak jauh, kita harus sama-sama jaga diri, pakai masker dan jaga jarak selalu," kata Nadiem.

Sepanjang kunjungan, Nadiem tak berhenti mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, dia menyatakan orangtua berperan vital bagi suksesnya PTM terbatas.

" (Orangtua) harus proaktif berkoordinasi dengan sekolah dan mengingatkan anaknya agar selalu disiplik protokol kesehatan," kata dia.

3 dari 5 halaman

Tinjau Persiapan Asessment Nasional

Usai meninjau PTM terbatas di SMAN 4 Surakarta, Nadiem berkunjung ke SMPN 1 Surakarta untuk memeriksa persiapan pelaksanaan asessment nasional.

Dia berpesan agar para guru dan siswa tidak perlu membuat persiapan khsusus. Cukup menjalani asessment seperti kegiatan belajar mengajar biasa.

" Hasilnya dapat menjadi bekal kita dalam melakukan perbaikan bersama," kata Nadiem, dikutip dari Merdeka.com.

4 dari 5 halaman

Nadiem: Semua Sekolah Harus Siap Tatap Muka

Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengimbau seluruh sekolah di semua level PPKM agar segera mempersiapkan diri dalam menggelar PTM terbatas.

Menurutnya, persiapan tersebut guna mengantisipasi jika suatu daerah masuk ke PPKM Level 1-3, masih bisa melaksanakan PTM terbatas tanpa harus menunggu lama mempersiapkan diri.

“ Jadi saya selalu bilang, konsepnya sangat jelas semua sekolah harus siap tatap muka mulai hari ini! Maksudnya siap-siap tatap muka. Bahayanya semua daerah di level 4 enggak siap-siap, tiba-tiba dia jadi level 3 lalu dia perlu berminggu-minggu lagi untuk preparasi,” ujar Nadiem dikutip kanal YouTube DPR RI dalam acara Raker bersama Komisi X DPR RI, Rabu 23 Agustus 2021.

5 dari 5 halaman

Kriteria Sekolah Boleh Mengadakan PTM Terbatas

Dalam kesempatan tersebut, Nadiem juga menegaskan vaksinasi bagi guru, tenaga pendidik, serta siswa bukan syarat utama bisa digelarnya PTM terbatas. Seluruh sekolah yang daerhanya menerapkan PPKM Level 1-3 bisa mengadakan PTM terbatas.

" Saya ingin melakukan klarifikasi dan mohon dukungan. Saat ini yang boleh melakukan tatap muka (pembelajaran) adalah semua di PPKM Level 1-3 dan vaksinasi tidak menjadi kriteria atau harus menunggu vaksinasi dulu untuk boleh," ujar Nadiem.

Nadiem menjelaskan bahwa dari sekolah-sekolah yang berada di PPKM Level 1-3 mereka yang “ wajib” atau didorong untuk menyediakan opsi PTM Terbatas bagi siswa adalah bagi guru dan tenaga kependidikannya telah divaksin secara lengkap.

" Jadi yang wajib itu kriterianya kalau guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksin dua kali. Merekalah yang wajib, terutama di kota-kota besar, seperti DKI dan Surabaya,” ujarnya.

 

 

Beri Komentar