Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Kartu Tanda Penduduk Elektronik
Dream - Jelang pemilihan kepala daerah secara serentak pada 15 Februari 2017, muncul kabar distribusi Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polri Boy Rafli Amar, kabar tersebut sedang diselidiki kebenarannya.
" Sedang diselidiki. Jadi, fakta-fakta yang mengatakan itu, belum ada (terdokumentasi)," ucap Boy, saat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Februari 2017.
Menurut Boy, kabar semacam itu sengaja digulirkan untuk memancing keresahan di masyarakat. Sehingga, menimbulkan ketidakpercayaan kepada penyelenggaran pemilu.
Boy menambahkan, polisi juga tengah menelusuri kebenaran informasi yang menyebut Komisi II DPR penemuan KTP palsu yang dikirim dari Kamboja.
" Tim kami sedang menelusuri juga. Sangat penting juga kalau memang bisa dilaporkan ke pihak kepolisian. Sangat bagus sekali," ucap dia.
Selain menelusuri kebenaran fakta KTP palsu, kata Boy, Bareskrim Mabes Polri juga akan terus menyelidiki penyebar konten KTP palsu tersebut di dunia maya.