Pengemudi Lamborghini Todong Pistol ke Pelajar Jadi Tersangka Kasus Satwa Langka

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 27 Desember 2019 16:30
Pengemudi Lamborghini Todong Pistol ke Pelajar Jadi Tersangka Kasus Satwa Langka
Pelaku mengaku mendapat hewan langka itu dengan cara membeli dari seseorang.

Dream - Polda Metro Jaya kembali menetapkan Abdul Malik, pengemudi koboi Lamborghini yang mengacungkan pistol ke dua anak SMA di Kemang, Jakarta Selatan sebagai tersangka. Kali ini, Abdul Malik ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan hewan satwa langka yang sudah diawetkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Malik dijerat dengan Pasal 40 (2) Junto Pasal 21 (2) huruf b dan d, tentang perlindungan terhadap hewan langka.

" Kami mengembangkan kasus ini ternyata di kediamannya ditemukan ada beberapa binatang langka yang diawetkan. Ini kemudian barang bukti tersebut kita sita dan kita buatkan laporan polisi,” ujar Yusri dikutip dari Liputan6.com, Jumat 27 Desember 2019.

Kasus kepemilikan hewan langka yang diawetkan itu diketahui setelah polisi menggeledah kediaman Malik. Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan 11 hewan langka yang telah diawetkan.

" Kami mengembangkan kasus ini ternyata di kediamannya ditemukan ada beberapa binatang langka yang diawetkan. Ini kemudian barang bukti tersebut kita sita dan kita buatkan laporan polisi,” ucap dia.

Yusri mengatakan, berdasarkan keterangan Malik kepada polisi, ia memperoleh hewan tersebut dengan cara membeli dari seseorang. Bukan dengan memburu.

" Masih kita dalami semuanya. Termasuk beli di mana, dan harganya berapa. Saat ini yang bersangkutan masih terus diperiksa,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/ Ady Nugraha)

1 dari 6 halaman

Fakta-Fakta Pengemudi Lamborghini Todong Pistol ke Pelajar di Kemang

Dream – Aksi koboi jalanan kembali terjadi. Kali ini pelakunya adalah pengemudi mobil Lamborghini. 

Pengemudi supercar berwarna oranye ini menodongkan pistol kepada dua pelajar yang berada di Kemang, Jakarta Selatan. Kejadian bermula dari candaan dua pelajar, lalu berbuntut tembakan ke udara.

Aksi koboi ini juga menyeret sang pengemudi ke ranah hukum. Polisi menetapkan si empunya Banteng Tempur sebagai tersangka. 

Usut punya usut, polisi mengungkap bahwa pengemudi mobil Lamborghini mengonsumsi narkoba terlebih dahulu sebelum tancap gas. 

Berikut ini adalah sederet fakta aksi koboi pengemudi Lamborghini dikutip dari Merdeka.com, Selasa 24 Desember 2019.

2 dari 6 halaman

Tersinggung Guyonan

Hal ini bermula dari pelajar berinisial A dan I yang asyik bercanda ketika ingin membeli kopi di Kemang, Jakarta Selatan, pada Sabtu 21 Desember 2019. Di tengah perjalanan, mereka melihat ada Lamborghini yang dikendarai pelaku.

A dan I tertawa sambil melirik ke arah mobil itu.

" Mobil gue tuh," kata A.

" Itu mobil gue," sahut I sambil tertawa-tawa.

Kronologi itu diceritakan oleh ibunda A, Ade, yang shock anaknya ditodong pistol.

Di tengah candaan kedua anak ABG itu, sang pemilik mobil mewah tiba-tiba membuka kaca jendela. Pelaku langsung mengeluarkan senjata sekaligus makian kepada anak-anak tersebut.

" Dia langsung menodongkan pistol ke arah temannya A, dia nodong ngomong apa lu ****?" ucap Ade yang diceritakan langsung oleh anaknya saat dihubungi merdeka.com.

3 dari 6 halaman

Tembakan ke Udara

Setelah menghardik dengan ucapan kasarnya, pelaku langsung menembakkan pistol yang dipegang. Seingat, A setidaknya lebih dari tiga kali orang tersebut menembakkan pistol ke atas.

Mendengar tembakan itu, I langsung pontang-panting lari masuk menuju Hero. Sementara A, tetap berjalan dengan wajah pucat. A pun menjadi bulan-bulanan makian pelaku.

" Anak saya selama beberapa menit ditodong, disumpah serapah (makian binatang), disuruh jongkok, tengkurap terus berkali-kali, A bilang bukan saya yang ngomong, pelaku bilang jangan banyak omong tengkurap! Tapi anak saya tetap jalan," kata Ade.

Pelaku berkendara sembari menodongkan pistolnya. Mesin mobil sengaja “ diraungkan” sehingga menimbulkan suara yang berisik.

A pun sempat berteriak karena suara bising mobil, dia pun merasa tidak melakukan kesalahan kepada pelaku. Namun teriakan Aiman dianggap perlawanan oleh pelaku.

Si pelaku akhirnya hendak keluar dari mobil mewahnya tersebut. Tapi mobil dan motor yang ada di belakangnya tak berhenti bunyikan klakson. Para pengendara lainnya meminta si pemilik mobil segera jalan karena memicu kemacetan.

Saat itulah, A kabur menuju tempat pelarian I. A dan I bertemu kembali di Hero dan diamankan oleh Satpam di sana.

" Dia lari ke arah Hero, di situ Satpam sama I sudah bilang ayo cepat-cepat. Jadi I yang sudah sampai Hero duluan sempat minta tolong, teriak ke Satpam 'teman saya mau ditembak'. Jadi Satpam sudah mau nolong jalan tapi enggak berani, karena memang terdengar suara tembakan," kata Ade.

4 dari 6 halaman

Lapor Polisi

A dan I akhirnya diamankan di lantai atas Hero. Setelah suasana kondusif, Satpam Hero mengantar keduanya pulang ke rumah masing-masing dengan kondisi trauma karena ditodong pistol.

Ade pun telah melaporkan hal ini ke Polres Jakarta Selatan. Polisi pun telah memeriksanya untuk mengusut kasus tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya mengakui telah menerima laporan tentang pengemudi Lamborghini koboi tersebut.

" Masih kita diselidiki, minta waktu dulu, itu fakta perlu kita kroscek, berdasarkan laporan, kita periksa saksi-saksi dan bukti bukti di saat kejadian," kata Andi

5 dari 6 halaman

Jadi Tersangka

Setelah menerima laporan tentang “ aksi koboi”, Polres Metro Jakarta Selatan menangkap pengemudi supercar tersebut. Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Andi Sinjaya Ghalib.

" Iya sudah kita tangkap ya semalam. Sudah kita tetapkan sebagai tersangka. (Pekerjaan) pengusaha," kata Andi kepada Merdeka.com.

Dia belum menjelaskan secara detail tentang penangkapan pengemudi Lamborghini. Dikatakan bahwa tersangka masih diperiksa oleh penyidik.

“ Nanti kami release, ya,” kata Andi.

6 dari 6 halaman

Positif Narkoba

Diketahui, pengemudi Lamborghini bernama Abdul Malik. Malik terbukti positif memakai ganja setelah melalui hasil tes urine. 

" Tersangka positif mengonsumsi ganja sebelum aksi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di Polres Metro Jakarta Selatan.

Namun, polisi tak menemukan ganja tersebut di mobil tersangka. Bahkan barang haram itu pun nihil ditemukan polisi saat menggeledah rumah tersangka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

" Di mobil Lamborghini juga sudah kami geledah, tapi tidak ada,” kata dia.

Polisi hingga kini masih mendalami tersangka memperoleh ganja tersebut. Termasuk memakainya sebelum aksi penodongan dilakukannya.

" Kita masih dalami ya, dia beli di mana dan konsumsi di mana itu masih kita dalami," kata Andi.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup