Jokowi Perintahkan Kapolri Lacak Jaringan Teror Bom Bunuh Diri Medan

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 14 November 2019 07:04
Jokowi Perintahkan Kapolri Lacak Jaringan Teror Bom Bunuh Diri Medan
Jokowi juga berbela sungkawa untuk korban ledakan.

Dream - Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman, mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis menangani kasus bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu pagi. Juga melakukan penyisiran jaringan pelaku teror di balik aksi bom tersebut. 

" Sesuai pembicaraan dengan Kadiv Humas Polri, akan segera diselidiki. Pak Idham akan menyelesaikan langsung hasil penyelidikan dan penyidikan," kata Fadjroel, Rabu, 13 November 2019.

Fadjroel mengatakan Jokowi juga memerintahkan kepolisian melindungi 260 juta penduduk Indonesia dari ancaman bom bunuh diri.

" Presiden juga tegas, tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku. Pemerintah akan melindungi setiap WNI dari kemungkinan tindakan-tindakan terorisme," ucap dia.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan belasungkawa kepada korban ledakan bom bunuh diri.

" Presiden menyatakan sedih atas korban luka-luka di Mapolres Medan. Dia mendoakan agar korban lekas sembuh dan segera kembali beraktivitas," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

1 dari 4 halaman

Pelaku Bom Bunuh Diri Menyelinap Hindari Pemeriksaan Mapolrestabes Medan

Dream - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan Mapolrestabes Medan sebenarnya sudah menerapkan standar keamanan sesuai prosedur. Para pengunjung menjalani pemeriksaan di pintu gerbang sebelum masuk ke area Mapolres.

" Jadi hasil pemeriksaan anggota kepolisian di sana, semua sudah dilakukan penggeledahan, termasuk barang-barang yang dibawa sudah melakukan pengecekan semuanya," ujar Dedi di Jakarta, Rabu 13 November 2019.

Terkait dengan insiden bom, Dedi mengatakan pelaku ternyata menyelinap untuk menghindari pemeriksaan. Menurut dia, pelaku berinisial RMN memanfaatkan keramaian Mapolrestabes Medan oleh masyarakat yang ingin mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

Pelaku yang saat itu mengenakan jaket ojek online menyelinap masuk. Aksinya diketahui dan dikejar oleh petugas.

" Nah, momen itu dimanfaatkan oleh pelaku untuk menyusup," ucap dia.

2 dari 4 halaman

Dikejar dan Bom Meledak

Ketika dikejar, bom yang dibawa pelaku meledak. Lokadi ledakan di dekat tempat parkir menuju kantin Mapolrestabes Medan.

" Kurang lebih 30 sampai 50 meter dari penjagaan, kemudian jalan mau menuju ke arah kantin dan kantin itu ada pengurusan SKCK. Meledaknya di halaman parkir itu," kata dia.

Saat ini, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui seberapa besar daya ledak bom yang turut menghancurkan tubuh pelaku.

" Tentunya tidak bisa membuat suatu kesimpulan apakah high eksplosif atau low eksplosif, karena ini memerlukan uji laboratorium forensik," kata dia.

3 dari 4 halaman

Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolresta Medan Terkuak

Dream - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan identitas pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Medan, Sumatera Utara telah diketahui. Menurut dia, pelaku berinisial RMN.

" Inisialnya RMN, usianya 24 tahun," kata Dedi, Rabu 13 November 2019.

Dedi mengatakan pelaku berstatus pelajar atau mahasiswa. Terkait keterlibatan RMN dengan jaringan teroris masih diselidiki Densus 88.

Untuk sementara, Dedi menyatakan aksi RMN sebagai teror tunggal. " Pelaku ini lakukan aksi teror lone wolf," ujar dia.

 Terduga pelaku pengeboman di Mapolresta Medan

Terduga pelaku pengeboman di Mapolresta Medan

Densus 88 Anti Teror terus mengembangkan pemeriksaan dari sejumlah temuan yang didapat. Termasuk melacak rekam jejak RMN di media sosial.

" Rekam jejak di medsos pelaku cukup aktif," ucap dia.

4 dari 4 halaman

Polri Bantah Kecolongan

Dedi membantah lemahnya sistem keamanan sehingga bisa terjadi insiden ledakan bom di Mapolresta Medan. Menurut dia, pengamanan setiap markas polisi sudah sesuai prosedur. 

" Sesuai dengan standar operasional prosedur tingkat kewaspadaan tiap satuan atau Mako Polri selalu melaksanakan itu (kewaspadaan)," ujar Dedi.

Dedi mengakui situasi yang terjadi di Mapolrestabes Medan hari ini tidak seperti biasanya. Mapolrestabes Medan banyak didatangi masyarakat karena ingin mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

" Memang hari ini secara kebetulan masyarakat cukup banyak berbondong-bondong untuk membuat SKCK," kata dia.

Pelaku bom bunuh diri meledakkan bom di dekat lokasi pembuatan SKCK.

" Jadi tetap kewaspadaan kita waspadai kejadian tersebut belum sampai ke sentral pelayanan SKCK masih ada di halaman parkir begitu sementara," kata dia.

Hingga kini, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan barang bukti.

" Nanti kita bisa membuat suatu kesimpulan apakah ini (bom) low eksplosif atau high eksplosif," ucap dia.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup