Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pria asal Aceh Besar, Aceh, Berlin Silalahi, 44 tahun, memutuskan mengajukan permohonan suntik mati (euthanasia) ke Pengadilan Negeri Banda Aceh. Dia ingin mengakhiri hidupnya melalui cara medis.
Permohonan ini didasari pada besarnya beban hidup yang harus dia tanggung. Ditambah kondisi fisiknya yang sering sakit-sakitan, Berlin merasa tidak mampu melanjutkan hidupnya.
Permohonan suntik mati itu dia ajukan pada Rabu, 3 Mei 2017, melalui istrinya, Ratwan Wati. Didampingi pengurus Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Ratwan mendaftarkan permohonan suaminya.
Ketua YARA, Safruddin, mengatakan alasan kuat Berlin ingin mengakhiri hidupnya itu karena telah mengidap berbagai penyakit kronis. Sejak 2013, Berlin yang juga menjadi korban tsunami 2004 itu, hanya bisa berbaring di atas tempat tidur.
" (Sakitnya) Sejak tahun 2013, kondisi yang ditanggungnya semakin parah," kata Safruddin seperti dikutip Dream dari laman goaceh.co, Jumat, 5 Mei 2017.
Safruddin mengatakan selama ini Berlin tinggal di barang pengungsian Bakoy. Kondisinya kesehatannya makin parah usai barak tersebut dibongkar Pemkab Aceh Besar.
Safruddin mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami Berlin, mengingat pria itu memiliki dua orang anak. Safruddin pun menyayangkan ketidakhadiran pemerintah di saat ada warganya yang membutuhkan bantuan.
" Saya sangat prihatin dengan kondisi Berlin, seharusnya pemerintah hadir saat rakyatnya menderita seperti ini," ucap dia.
Safruddin berujar, pendaftaran euthanasia itu telah disetujui oleh seluruh keluarga Berlin.
Menanggapi hal tersebut, Humas PN Banda Aceh, Eddy, mengatakan hukum Indonesia tidak mengenal euthanasia. " Nanti kita lihat, euthanasia dengan suntik mati boleh atau tidak," ujar Eddy. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya