Quba, Masjid Pertama yang Dibangun Atas Dasar Takwa

Reporter : Eko Huda S
Sabtu, 25 Juni 2016 18:06
Quba, Masjid Pertama yang Dibangun Atas Dasar Takwa
Masjid ini dibangun saat Nabi melakukan hirah dari Mekah ke Madinah.

Dream - Masjid Quba. Inilah masjid pertama yang dibangun oleh umat Islam. Masjid tersebut dibangun oleh Nabi Muhammad dan para Sahabat pada tahun pertama Hijriyah.

Masjid ini dibangun saat Nabi Hijrah dari Mekah ke Madinah. Kala itu, Nabi singgah di rumah Bani Amr Bin Auf. Saat singgah itulah, Masjid Quba dibangun. Nabi meletakkan batu pertama dan diikuti oleh para Sahabat.

Masjid ini berdiri di jalur Hijrah Nabi, dari Mekah ke Madinah. Terletak sekitar 3,5 kilometer di selatan Masjid Nabawi. Dulunya, masjid tersebut dikelilingi perkampungan yang dihuni suku Bani Amr.

Dulu Nabi biasa datang ke Masjid Quba dan sering sholat di sana, khususnya pada hari Sabtu. Di dalam Alquran ditegaskan ini merupakan masjid pertama yang dibangun atas dasar taqwa.

Menurut hadis Nabi, siapa saja yang berjalan dari rumah untuk beribadah ke Masjid Quba, pahalanya setara dengan melaksanakan umroh.

Kini, masjid ini selalu dipenuhi oleh jemaah, terutama saat bulan Ramadan. Jemaah tak hanya datang dari Arab Saudi, melainkan juga luar negeri. Mereka berbuka, sholat Maghrib, Isya, dan Tarawih di Masjid Quba ini.

Pemerintah Saudi melakukan perawatan khusus pada masjid ini. Renovasi beberapa kali dilakukan oleh pemerintah. Kini, Masjid Quba menjadi yang terbesar ke dua di Madinah setelah Masjid Nabawi.

Renovasi pertama dilakukan pada Kalihaf Utsman. Kemudian pada Kalifah Omar Bin Abdul Aziz yang menambahkan koridor dan menara. Inilah menara pertama dalam sejarah masjid Islam di dunia.

Renovasi kemudian dilakukan juga pada tahun 435 H atau tahun 1043 pada masa Abu Yaala Al-Hussaini dan tahun 555 H atau tahun 1160 pada masa Jamaluddin Al-Esfahani. Pada masa Al-Hussaini dibangun ceruk yang kemudian disebut dengan nama “ mihrab”.

Masjid Quba juga mengalami renovasi antara tahun 671 H hingga 881 H [1272-1476 Masehi]. Kemudian, pada masa Ottoman, masjid ini direkonstruksi berulang kali, hingga masa pemerintahan Sultan Abdul Majeed pada tahun 1245 H atau 1829.

Sementara, pada masa pemerintahan Saudi, tembok luar Masjid Quba direnovasi pada tahun 1388 H atau tahun 1968. Pada tahun 1405 H atau 1984, Raja Fahd memerintahkan rekonstruksi besar-besran, memperluas masjid hingga dua kali.

Masjid Quba modern tetap mempertahankan arsitektur Islamnya, meski dilengkapi dengan berbagai fasilitas terbaru. Kini masjid ini mampu menampung 20.000 jemaah.

Masjid baru memiliki empat menara dengan ketinggian 47 meter serta 6 kubah besar dengan diameter masing-masing 12 meter dan 56 kubah kecil. Lantainya ditaburi marmer kualitas tinggi, sementara halamannya telah ditutupi dengan atap untuk melindungi jemaah dari terik matahari. (Ism, Sumber: Saudi Gazette)

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal