Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Kaligrafi Rasulullah Muhammad SAW (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan sebagai sosok yang sempurna. Tidak ada cela sedikitpun pada diri Rasulullah, baik dalam perilaku maupun perkataan.
Allah SWT memang menyiapkan Rasulullah dengan segala kesempurnaannya. Ini karena Rasulullah menjadi suri teladan bagi segenap manusia, sehingga harus punya banyak sifat baik.
Sebagai manusia, Rasulullah juga punya pembenci. Tetapi, Rasulullah selalu memperlakukan mereka yang membencinya dengan santun.
Salah satunya, tidak pernah muncul ucapan kotor ataupun umpatan kepada semua orang termasuk musuhnya. Malah Rasulullah selalu mendoakan yang baik untuk mereka.
Ada banyak riwayat yang menceritakan hal ini. Seperti riwayat yang dinukil Abdul Mun'im Al Hasyimi dalam bukunya Akhlak Rasul Menurut Al Bukhari dan Muslim.
Ketika umat Islam memenangkan Perang Badar, Rasulullah melarang para sahabat untuk mengumpati korban dari pihak lawan. Rasulullah beralasan umpatan hanya akan menyakiti hari orang yang masih hidup.
Demikian pula yang terjadi ketika Rasulullah bersama sahabat berjalan melewati kaum Tsaqif. Kala itu, salah satu sahabat meminta Rasulullah mendoakan kaum Tsaqif agar dilaknat oleh Allah.
Apa yang terjadi? Rasulullah menolak permintaan itu dan justru mendoakan yang baik. Doa Rasulullah yaitu agar kaum Tsaqif mendapatkan hidayah.
Kaum Tsaqif adalah penguasa Thaif. Ketika hijrah dari Mekah ke Thaif, Rasulullah berharap perlindungan dari kejaran dan ancaman kaum Quraisy.
Apa yang didapat Rasulullah dan sahabat yang mengiringi justru sebaliknya. Kaum Tsaqif malah melempari Rasulullah dengan batu sampai kaki Rasulullah terluka.
Peristiwa serupa juga terjadi ketika umat Islam kalah dalam Perang Uhud. Kala itu, beberapa sahabat meminta Rasulullah mendoakan kaum Quraisy terkena laknat.
Permintaan itu dijawab sebaliknya oleh Rasulullah.
" Sesungguhnya saya diutus dengan membawa kasih sayang. Saya tidak diutus sebagai tukang melaknat. Ya Allah, ampunilah kaumku karena mereka tidak mengetahui," kata Rasulullah.
Begitulah sifat Rasulullah yang harus kita teladani. Sehingga kita sebisa mungkin tidak mendoakan hal buruk kepada orang yang membenci kita.
Sumber: NU Online
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan