Alhamdulillah, 5.085 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari!

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Sabtu, 27 Juni 2020 13:59
Alhamdulillah, 5.085 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari!
Kurva epidemi sering berfluktuasi, jumlahnya berubah setiap hari berdasarkan banyak faktor, dan kepatuhan masyarakat terhadap tindakan pencegahan adalah peran utama,

Dream - Arab Saudi mencatatkan rekor jumlah tertinggi pasien yang sembuh dari Covid-19 dalam 24 jam. Dalam sehari, tercatat ada 5.085 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

Dengan capaian itu, menurut Kementerian Kesehatan Arab Saudi, jumlah pasien yang sembuh di Negeri Petro Dolar itu mencapai 117.882 orang.

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Mohammed Al-Abd Al-Aly, meski dalam beberapa hari terakhir mengalami kemunduran, terutama di kota-kota yang mencatat infeksi luas, seperti Riyadh, jumlah tersebut tidak mencerminkan penurunan yang stabil.

" Kurva epidemi sering berfluktuasi, jumlahnya berubah setiap hari berdasarkan banyak faktor, dan kepatuhan masyarakat terhadap tindakan pencegahan adalah peran utama," ujar Mohammed, dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 27 Juni 2020.

“ Namun, perubahan ini tidak mencerminkan perilaku sosial dalam satu atau dua hari; sebaliknya, mereka mencerminkan hasil praktik masyarakat dari dua hingga empat minggu yang lalu."

Menurutnya, orang sering berasumsi karena kesalahan membaca angka-angka. " Hasil dari apa yang kita lakukan hari ini akan muncul dalam beberapa minggu ke depan," tambahnya.

" Pastikan Anda menghindari tempat-tempat ramai, menghindari menyentuh barang-barang pribadi dengan orang asing, berkumpul di jalan, dan selalu memberi perhatian ekstra kepada anak-anak."

1 dari 2 halaman

Belum Ada Bukti Kerusakan Paru-Paru

Arab Saudi© Shutterstock.com

Kementerian Kesehatan Arab Saudi membagikan sebuah cerita tentang seorang pria yang tertular penyakit COVID-19 karena mengabaikan membersihkan tangan usai berbelanja. Akibatnya, ia menularkan virus ke enam anggota keluarganya, salah satunya menderita hipertensi dan diabetes dan saat ini sedang dirawat intensif di rumah sakit.

Selain itu, kementerian tersebut mencatat bahwa masker medis efektif dalam mencegah infeksi. Kendati demikian tidak boleh digunakan lebih dari satu hari. Sementara masker kain harus dicuci secara teratur.

Sedangkan mengenai Virus Corona COVID-19 yang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen, Dr. Abdullah Asiri, asisten wakil menteri untuk kesehatan preventif dan konsultan penyakit menular di Arab Saudi mengatakan bahwa belum ada bukti terkait efek tersebut.

Dr. Abdullah Asiri membantah desas-desus yang menyatakan bahwa 30 persen dari mereka yang tertular penyakit itu memiliki fibrosis paru (penyakit yang terjadi ketika jaringan paru-paru menjadi rusak).

 

2 dari 2 halaman

Dr. Abdullah Asiri menerangkan, " Sebagian besar orang dengan COVID-19 tidak menunjukkan gejala infeksi paru-paru."

" Namun, beberapa pasien menderita pneumonia, dan kebanyakan dari mereka adalah kasus sederhana yang sembuh dalam empat hingga lima hari," ungkap Dr. Abdullah Asiri.

Seperti halnya virus apa pun, dampak Corona COVID-19 yang mungkin terjadi pada paru-paru pasien meningkat sehingga mereka bergantung pada ventilator, tambah Dr. Abdullah Asiri.

Menurut pernyataan Kemenkes Arab Saudi, juga tidak ada kasus yang dikonfirmasi di negara mereka pada pasien Corona COVID-19 yang pulih dan kemudian tertular lagi, " namun, masih terlalu dini untuk mendapatkan jawaban akhir dalam hal ini," ujar Mohammed.

Pada Kamis 25 Juni, Arab Saudi mencatat 41 kematian karena Corona COVID-19, meningkatkan totalnya menjadi 1.428.

Beri Komentar