Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Kabar mengejutkan datang dari penyanyi Ridho Rhoma. Putra Raja Dangdut, Rhoma Irama, itu ditangkap polisi terkait kasus narkoba.
“Iya. Dia ditangkap dengan barang bukti 0,7 gram narkoba jenis sabu,” kata Kepala Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Suhermanto, saat dihubungi wartawan, Sabtu 25 Maret 2017.
Namun, dia masih enggan membeberkan kronologi penangkapan. Demikian pula dengan asal-usul sabu yang disita tersebut. “Masih kami dalami terkait dari mana dapat barang itu. Nanti akan kami informasikan ya,” tambah Suhermanto.
Sementara itu, manajer Ridho, Tantri, mengaku sangat terkejut dengan kabar itu. Dia mengaku tak pernah menyangka kejadian ini akan menimpa Ridho Rhoma. Sehingga belum bisa memastikan apakah artisnya benar-benar ditangkap atau tidak.
Menurut perempuan yang karib disapa Mak Tantri itu, sebelumnya Ridho baik-baik saja. Tak menampakkan perilaku aneh, sehingga kabar penangkapan ini sangat mengejutkan.
“Enggak ada, dia sehat masih makan di rumah. Makanya aku nanya sama mamanya pas tadi ada kabar. Tadi aku pas tahunya di rumah saja, enggak tahu ke mana-mana,” kata dia.
Namun, setelah kabar itu, Tantri mengaku kesulitan menghubungi Ridho. “Ini aku telepon dia juga enggak diangkat. Aku boleh dikroscek,” tambah dia.
Laporan: Ilman Naafi'an dan Nur Ulfa
© Dream
Dream - Bentrokan antar mahasiswa terjadi di Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bima, Nusa Tenggara Barat, kemarin sore. Dalam insiden itu seorang mahasiswa tewas dibacok senjata tajam.
Korban diketahui bernama Rhoma Irama, 22 tahun. Mahasiswa Fakultas Bimbingan dan Konseling Pendidikan angkatan 2013 itu menderita luka bacok di kepala dan meregang nyawa.
Dikutip Dream dari laman Kabar Harian Bima, Kamis 7 Januari 2016, Rhoma sempat menjalani operasi atas luka serius yang dialaminya itu di RSUD Bima. Namun nahas, nyawanya tak tertolong. Ia menghembuskan nafas usai operasi sekitar pukul 17.30 WITA, Rabu kemarin.
Informasi awal, peristiwa itu berawal ketika seorang mahasiswa dianiaya oleh seniornya. Tak terima perlakuan itu, dia mengajak kerabatnya untuk membalas dan menyerang.
Bentrokan pun meluas, terjadi saling kejar dengan menggunakan senjata tajam, kaca-kaca jendela di beberapa bagian bangunan kampus pecah.
Hingga kini kepolisian dari Resort Bima Kota masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Sejumlah saksi tengah dimintai keterangan. Polisi juga sudah memeriksa rekaman kamera CCTV. Diduga pelaku penganiayaan lebih dari satu orang.
© Dream
Dream - Pelaku pembacokan Rhoma Irama, mahasiwa STKIP Bima menyerahkan diri ke polisi, Senin dini hari 11 Januari 2016. Kedua tersangka diamankan tanpa melakukan perlawanan di wilayah kecamatan Sape
"Tersangka berinisial A dan J. Keduanya berasal dari Desa Paragina dan Desa Rai Oi kecamatan Sape," kata Kapolres Bima Kota Ajun Komisaris Besar Polisi, Ahmad Nurman Ismail dikutip Dream dari laman Kabar Harian Bima, Selasa 12 Januari 2015.
Ahmad menjelaskan, penangkapan berawal dari hasil kerja sama antara polisi dan keluarga tersangka. Setelah melakukan penyisiran di berbagai area pegunungan selama dua hari, tersangka diamankan dan langsung dibawa ke Polres Bima Kota.
"Kita meminta kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri, akhirnya tersangka dapat diamankan," imbuhnya.
Kata Kapolres, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan kedua tersangka.
"Dari situ baru akan kita ketahui motif dan keterlibatan tersangka".
Bentrokan antar mahasiswa terjadi di Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu 6 Januari 2016. Dalam insiden itu seorang mahasiswa tewas dibacok senjata tajam.
Korban diketahui bernama Rhoma Irama, 22 tahun. Mahasiswa Fakultas Bimbingan dan Konseling Pendidikan angkatan 2013 itu menderita luka bacok di kepala dan meregang nyawa.
Rhoma sempat menjalani operasi atas luka serius yang dialaminya itu di RSUD Bima. Namun nahas, nyawanya tak tertolong. Ia menghembuskan nafas usai operasi.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?
