Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto (dpr.go.id)
Dream - Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, mengumumkan seluruh kegiatan komisinya dibekukan sementara menyusul adanya sejumlah anggota yang dinyatakan positif Covid-19.
Dia juga meminta seluruh anggota maupun staf di Komisi VIII yang pernah berinteraksi dengan mereka yang positif Covid-19 untuk melakukan tes swab PCR. Dia juga telah memerintahkan staf menggelar PCR untuk melacak kontak erat.
" Kita tadi minta kepada anggota yang mungkin dalam beberapa hari ini ada interaksi di Komisi VIII, apalagi ada interaksi dengan anggota yang terpapar itu, untuk segera tes PCR, bukan antigen ya, PCR," ujar Yandri.
Yandri mengatakan, PCR perlu segera digelar agar kontak erat dapat segera ditemukan. Dia berharap penularan yang terjadi tidak sampai memicu kemunculan klaster keluarga.
" Biar nanti juga tidak terjadi klaster keluarga atau membawa virus itu ke lingkungan tempat tinggal, jadi dipastikan dulu," kata dia.
Selain itu, dia juga meminta anggota atau staf yang tertular Covid-19 untuk melakukan karantina mandiri. Hal itupun juga telah dijalankan oleh semua anggota yang tertular.
" Itu udah otomatis, teman-teman yang kena kan langsung karantina," ucap dia.
Menurut Yandri, pembekuan berlaku untuk aktivitas di dalam ruangan Komisi VIII. Tetapi, dia memastikan rapat tetap berjalan.
" Agenda-agenda rapat tidak akan terganggu, tapi seperti di awal Covid-19 dulu kita akan melakukan secara virtual," kata dia.
Yandri belum dapat memberikan kepastikan kapan pembekuan akan berakhir. Yang jelas, dia mengatakan tidak mau ambil risiko dengan tetap menggelar rapat tatap muka.
" Jadi sudah saya putuskan tadi lockdown, artinya tidak ada rapat secara fisik di Komisi VIII, kita akan melaksanakan rapat internal maupun rapat kerja virtual di rumah masing-masing sampai waktu yang belum kita tentukan," ucap Yandri, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
