7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Vaksinasi (Foto: Liputan6.com)
Dream - Varian baru virus corona baik Alpha (Inggris) maupun Delta (India) menjadi perhatian di tengah lonjakan kasus baru di tiga kota Indonesia, termasuk Jakarta. Varian ini disebut memiliki daya penularan tinggi dibandingkan virus Corona di awal masa pandemi.
Profesor Zubairi Djoerban, anggota Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan penjelasan melalui akun Twitter pribadinya @ProfesorZubairi perihal vaksinasi Covid-19.
" Vaksin melindungi kita dari varian ini? Kabar baiknya iya. Studi di Inggris terhadap belasan ribu orang yang terinfeksi Delta mengungkap itu," kata Zubairi dalam cuitannya, Rabu 16 Juni 2021.
Dalam cuitannya, ia membeberkan data mengenai penemuan pertama varian Delta yakni di Jakarta dan Jawa Tengah dengan total kasus 104. Sedangkan untuk gejala yang dirasakan pasien, berbeda dengan varian Corona pertama.
" Ada bukti studi yang menunjukkan kalau gejala varian ini beda dengan varian jadul, seperti demam, batuk, dan kehilangan penciuman. Varian Delta atau yang baru, gejalanya lebih banyak sakit kepala, tenggorokan dan pilek. Seperti kena flu berat.," tulisnya.
Zubairi pun menerangkan, varian Delta lebih cepat menularan lantaran memiliki mutasi yang membantu penyebaran sekaligus bisa menghindari sistem imunitas tubuh mausia secara parsial.
Menjamurnya varian Delta ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas vaksinasi Covid-19 yang selama ini disuntikkan kepada masyarakat. Terkait kekhawatiran itu, Zubairi memastikan hasil studi di Inggris terhadap belasan ribu orang yang terinfeksi varian tersebut.
" Pfizer-BioNTech memberikan 96 persen perlindungan, sementara AstraZeneca memberikan 92 persen.," jelasnya.
Ia pun menghimbau agar pemerintah dan masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Tak hanya itu, monitoring dan evaluasi secara berkala juga menjadi kunci penting penanggulangan pandemi.
Teka-teki Varian Delta dari India atau B1617.2 terus menjadi bahasan. Mulai dari gejalanya yang mirip flu biasa, lebih menular, hingga menginfeksi lebih banyak anak-anak. Pertanyaan besarnya: apakah vaksin yang ada melindungi kita dari Varian Delta?
Ini penjelasan saya:— Zubairi Djoerban (@ProfesorZubairi)June 16, 2021
Varian Delta dari virus Covid-19 pertama kali diidentifikasi di India. Varian ini telah terdeteksi di 74 negara dan terus menyebar dengan cepat di tengah kekhawatiran bahwa virus tersebut akan menjadi dominan di seluruh dunia.
Wabah varian Delta telah dikonfirmasi di Cina, AS, Afrika, Skandinavia, dan negara-negara lingkar Pasifik, termasuk di Indonesia. Para ilmuwan melaporkan bahwa virus varian ini lebih menular serta menyebabkan penyakit yang lebih serius.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?