Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Eberita.org)
Dream - Mendengar suara tangisan bayi setiap malam membuat warga desa Wonotirto, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ketakutan. Mereka mendengar tangisan bayi hampir setiap malam yang bersumber dari pemakaman dekat lokasi penambangan pasir.
Lama diselimuti tanda tanya, kejadian misterius itu diadukan ke polisi karena sudah banyak masyarakat yang merasa resah.
Polisi yang melakukan penyelidikan memperoleh informasi bahwa pada 7 oktober 2016 lalu pekerja penambang pasir menemukan kerangka manusia tanpa kepala di lokasi penambangan.
Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Kholiq Salis Hermawan langsung menghubungi Kepala Desa Wonotirto untuk menanyakan kejadian tersebut.
© Dream
Kepala Desa Wonotirto membenarkan adanya penemuan kerangka anak-anak tanpa kepala yang masih terbungkus kain batik.
" Setelah berkoordinasi dengan kepala desa dan warga akhirnya tulang anak-anak tersebut dikuburkan di sekitar lokasi penambangan," kata Kholiq, Minggu, 25 Desember.
Setelah penemuan itulah kejanggalan mulai bermunculan. Banyak warga di sekitar pemakaman mengaku mendengar tangisan bayi hampir setiap malam. Akibat kejadian itu, makam tersebut akhirnya dipindahkan ke pemakaman umum di Desa Wonotirto.
© Dream
Dari hasil pengembangan penyelidikan, polisi menemukan bahwa kerangka anak-anak itu terpisah akibat proyek perluasan jalan di Desa Kalibening.
Menurut laporan, perluasan jalan itu dilakukan dengan menggunakan alat berat dan tanahnya dibuang ke sungai.
Kebetulan Desa Kalibening letaknya dekat dengan Desa Wonotirto. Sehingga kerangka itu hanyut dibawa arus sampai ke Desa Wonotirtao dan akhirnya ditemukan penambang pasir.
Tidak diketahui apakah bayi itu dibuang dan dimakamkan secara layak. Menurut pekerja tidak ada tanda kuburan ketika mereka melakukan pekerjaan konstruksi jalan.
(Sah)
(Sumber: eberita.org)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya