Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Shanghaiist)
Dream - Memarkir kendaraan di tempat resmi tentu jauh lebih efektif, baik secara keamanan juga kenyamanan.
Tapi, ternyata itu ngga sama sekali menjamin untuk para pengedara lebih memilih parkir di tempat parkir resmi. Sebaliknya, masih banyak orang yang malah lebih milih parkir sembarangan. Alasannya sih macam-macam.
Namun jika kamu sedang berada di Tiongkok, jauhin deh pikiran untuk parkir sembarangan. Karena jangankan mobil, parkir sepeda pun diatur dengan jelas oleh undang-undang. Kalau berani melanggar pihak berwenang tidak segan-segan untuk menyitanya.
Seringkali, kasus penyitaan sepeda atau yang dikenal dengan chegguan, terjadi pada sepeda yang disewakan. Mau ngga mau pemilik atau penyewa harus merelakan sepeda itu tidak kembali.
Lalu yang menjadi pertanyaan, sepeda-sepeda yang sudah tidak bisa diambil oleh pemiliknya biasanya diapakan sih?
Dilansir dari Shanghaiist, sebuah tanah kosong di tepi Kota Hangzhou, Tiongkok bagian timur dijadikan semacam 'kuburan' bagi ribuan sepeda tanpa pemilik.
Saking banyaknya, sampai-sampai tumpukan sepeda yang beragam warna itu membuat pusing siapa pun yang melihatnya.




Pada awal Juni tahun ini, Departemen Keamanan Kota Hangzhou mengumumkan ada sekitar 23 ribu unit sepeda yang tertumpuk di lahan itu.
Mengingat banyaknya tumpukan itu, sebenarnya perusahaan penyewa sepeda sudah dikontak, namun mereka enggan mengklaimnya karena tidak mau didenda.

Alhasil kebanyakan dari perusahaan itu tidak mau repot-repot mengambil kembali sepedanya dan malah membiarkan sepeda itu berkarat di 'makam'nya.





Bagaimana ya jika 'makam' sepeda ini ada di Indonesia..?
(ism, Shanghaiist)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya