Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Dream - Seorang wanita hamil tewas mengenaskan setelah melompat dari lantai lima sebuah rumah sakit di Yulin, Provinsi Shaanxi, China.
Laman AsiaOne melansir, wanita bernama Ma Rongrong diduga tertekan karena pihak rumah sakit menyarankan operasi Caesar, tapi keluarganya minta dokter membantu wanita itu melahirkan secara normal.
Menurut keterangan rumah sakit dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, 3 September 2017, Ma Rongrong diprediksi akan melahirkan pada tanggal 30 Agustus.
Sembari menunggu persalinan, wanita berusia 26 tahun itu dirawat di rumah sakit First Hospital of Yulin.
Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa kepala bayinya berukuran tidak normal sehingga berisiko jika melahirkan secara alami.
Dokter menyarankan keluarganya agar Ma melahirkan secara Caesar, namun keluarganya menolak. Mereka tetap menandatangani dokumen rumah sakit yang menyatakan bahwa Ma akan melahirkan secara normal.
© Dream
Ma dipindahkan ke ruang persalinan pada 31 Agustus, namun keluar-masuk ruangan tersebut beberapa kali karena komplikasi.
Dia meminta suaminya agar mengizinkan dokter melakukan operasi Caesar. Dokter dan perawatnya juga menyarankan suaminya untuk melakukan hal yang sama. Namun semua permintaan tersebut ditolak.
Ma menjadi emosional dan kehilangan kontrol karena tak tahan sakit saat akan melahirkan, dia kemudian melompat keluar dari jendela lantai lima rumah sakit hari itu dan meninggal di tempat.
© Dream
Namun semua keterangan dalam pernyataan rumah sakit itu dibantah oleh suami Ma, Yan Zhuangzhuang.
Yan mengatakan, istrinya keluar dari ruang persalinan pada tanggal 31 Agustus pada pukul 6 pagi. Ma meminta Yan agar mengizinkan operasi Caesar yang langsung disetujui oleh suaminya itu.
" Malah setelah memeriksa keadaan istri saya, dokter bilang dia akan segera melahirkan dan tidak perlu operasi caesar," kata Yan, dalam sebuah pernyataan.
Setelah lebih dari satu jam keluarga Ma berdebat dengan dokter, seorang perawat keluar dari ruang persalinan dan mengatakan bahwa wanita itu telah menghilang.
Yan kemudian melihat tubuh istrinya sudah diangkat dan ditaruh di atas tandu.
© Dream
Menurut Harian Huashang, Ma jatuh dari lantai lima sebuah ruang rawat inap sekitar pukul 8 malam pada 31 Agustus dan meninggal setelah upaya penyelamatan terhadapnya gagal.
Saat ini polisi mengesampingkan dugaan terjadi keteledoran yang dilakukan pihak rumah sakit.
Operasi Caesar sempat populer di China pada beberapa tahun yang lalu.
Pada bulan Februari 2010, sebuah laporan Organisasi Kesehatan Dunia WHO menunjukkan bahwa kelahiran melalui operasi Caesar menyumbang 46 persen dari semua kelahiran pada tahun 2007 dan 2008 di China.
Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada batas 15 persen yang disarankan oleh WHO.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan