Tangerang Raya Zona Merah Covid-19

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 5 Januari 2021 15:00
Tangerang Raya Zona Merah Covid-19
Kabupaten Tangerang yang sebelumnya bertahan lama di zona orange, kembali masuk ke zona merah.

Dream - Setelah libur Natal dan tahun baru, kawasan Tangerang Raya menjadi zona merah penularan Covid-19. Terbaru, Kabupaten Tangerang yang sebelumnya bertahan lama di zona oranye, kembali masuk ke zona merah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Banten per Senin 4 Januari 2021, di Kabupaten Tangerang terdapat 393 pasien Covid-19 yang masih dirawat. Sementara, 107 orang meninggal akibat virus asal Wuhan, China, ini.

" Baru semalam kita masuk zona merah lagi. Sebenarnya bukan karena penularan juga yang tiba-tiba melonjak, tapi kemarin pas kita di zona oranye itu, bedanya tipis, hanya 0.3 persen dari wilayah lain," tutur Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, Selasa 5 Januari 2020.

1 dari 3 halaman

RS Rujukan Penuh

Hendra menambahkan, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 ataupun Hotel Yasmin yang menjadi penampungan pasien OTG, sudah penuh. Seperti di RSUD Kabupaten Tangerang, sebanyak 99 tempat tidur ruang isolasi dan 10 tempat tidur ICU, sudah penuh dengan pasien Covid-19.

" Dan saat ini trennya masih sama, penularan di tempat kerja, lalu menularkan di keluarga. Jadilah klaster tempat kerja dan klaster keluarga," tutur dr Hendra.

Hendra meminta kesadaran masyarakat, dengan penuhnya fasilitas kesehatan penampung pasien covid, kesadaran masyarakat akan 4M dan protokol kesehatan, wajib dipenuhi.

" Wajib 4M, karena sekali lagi, rumah sakit penuh, Hotel Yasmin penuh, jaga keluarga jangan sampai terpapar," tutur Hendra.

Sumber: liputan6.com

2 dari 3 halaman

164 Santri di Tangerang Reaktif Covid-19 Malah Dipulangkan

Dream - Sebanyak 164 santri pondok pesantren di Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten, menjalani rapid test dengan hasil reaktif. Tetapi, mereka malah dipulangkan oleh pengelola ponpes.

" Ada 164 santri yang reaktif," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi.

Hendra mengatakan, rapid test massal digelar setelah ada laporan dari Puskesmas Cikupa mengenai adanya dua santri positif Covid-19 yang pulang ke rumah masing-masing.

Keduanya dinyatakan positif setelah keluarganya membawa ke rumah sakit.

" Santri tersebut beralamat di Kecamatan Cikupa, jadi kita langsung melakukan tracing," kata Hendra.

3 dari 3 halaman

Berawal dari Dua Santri

Data tracing menyebutkan kedua santri itu baru pulang dari Ponpes di Sukamulya. Hendra menyatakan pihaknya segera menggelar rapid test di ponpes tersebut.

" Ada 23 santri yang kita rapid test, dari jumlah tersebut ada 164 santi yang reaktif," kata dia.

Usai rapid test, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tangerang akan menggelar swab test di pesantren tersebut. Tetapi, pengelola pesantren justru memulangkan para santri yang reaktif tersebut.

" Rencananya hari ini, tapi malah santri reaktif ini sudah dipulangkan pihak pesantren, padahal sudah kita larang," kata Hendra.

Lantaran kejadian ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan masing-masing santri untuk menjalankan tracing. " Pihak pesantren kita berikan teguran," kata Hendra.

Sumber: Merdeka.com/Kirom.

Beri Komentar