Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Ilustrasi
Dream - Segerombolan tentara Israel menyamar dan menyerbu rumah sakit di Tepi Barat pada Kamis pekan lalu. Mereka kemudian menembak mati seorang warga Palestina yang tengah dirawat di rumah sakit itu lantaran telah menusuk seorang warga Israel.
Pihak militer Israel membenarkan penyerangan dan mengatakan korban dikenali sebagai Abdallah Azzam Al Shalalda, 27 tahun, yang dituduh telah menusuk seorang warga pendudukan Hebron dua pekan sebelumnya.
Direktur Rumah Sakit Al Ahly Hebron, Jehad Shawar, mengatakan kepada radio Palestina ada 20-30 orang merangsek masuk ke rumah sakit menggunakan dua mobil jenis van mini. Mereka masuk bersama dengan salah satunya berpura-pura hamil. Kejadian ini sempat terekam kamera CCTV.
" Mereka mengancam karyawan dengan menodongkan senjata dan menyerbu kamar Shalalda," kata Shawar.
Adik Shalalda, Bilal, tengah tidur di sebelahnya. Dia lalu diikat oleh para tentara itu, sementara Shalalda tengah berada di toilet.
Saat keluar dari toilet dan masuk ke kamar, Shalalda langsung ditembak mati.
" Saat kakaknya keluar dari toiler, kemudian kembali ke kamar, mereka menembakkan lima peluru, satu peluru di kepala, satu di dada dan tiga lainnya di tubuhnya," kata Shawar.
" Mereka membawa Shalalda menggunakan kursi roda yang mereka pakai untuk membawa seorang wanita masuk kemudian mereka keluar ruangan dan mencegah orang-orang memberikan pertolongan medis pada pemuda yang tergeletak di lantai," lanjut dia.
Agen keamanan dalam negeri Israel Shin Bet mengeluarkan pernyataan tidak akan memberikan toleransi terhadap operasi teror tersembunyi di setiap tempat pengungsi.
Bilal mengatakan kepada Reuters TV, " Segera setelah mereka masuk runagan mereka mengikat saya di tempat tidur. Saudara saya sedang ke toilet mengambil wudhu untuk salat. Saat keluar dari toilet, salah satu dari tentara bertopeng itu menembaknya."
Shalalda diduga melakukan penusukan di Gush Etzion di Tepi Barat bulan lalu. Setelah menusuk penduduk Israel, dia ditembak oleh korban tetapi berhasil melarikan diri.
Sumber: saudigazette.com.sa
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang