Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
© 2026 Pexels.com - Sang Adjie
DREAM.CO.ID - Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak di Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan, Jumat 11 September 2026. Tim SAR telah menyisir sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau bersama nelayan setempat.
Namun, dari beberapa titik pencarian itu, Tim SAR belum berhasil menyisir Pulau Sertung. Pencarian di pulau itu belum bisa dilakukan kareba masuk dalam zona rawan, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
" Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 kilometer, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan," kata Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, dikutip dari Liputan6.com.
Meski demikian, Tim SAR akan terus berupaya untuk melakukan pencarian di pulau tersebut. Namun, upaya itu akan menunggu perkembangan kondisi di lapangan.
" Kami akan tetap berupaya masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan," tambah Amrad.
Pada Kamis kemarin, Tim SAR juga mengerahkan helikopter untuk melakukan pencarian tersebut.

Pencarian Diperluas
Tim SAR juga memperluas area pencarian dengan menggunakan drone dari Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka di sekitar Pulau Sangiang. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil karena kabut asap tebal.
" Untuk hari ini, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal," ucap Amrad.
Tim SAR tetap berpegang pada informasi BMKG dan PVMBG untuk menentukan langkah pencarian. Kedua lembaga tersebut secara berkala memberikan informasi mengenai perkembangan cuaca, aktivitas gunung, dan kondisi di sekitar lokasi pencarian.
" Jadi, rekan-rekan yang dari BMKG termasuk dari PVMBG itu selalu memberikan informasi, mereka melaporkan per jam perkembangannya, apabila ada urgensi, itu akan menyampaikan ke kami," tuturnya.

Kronologi Hilang Kontak
Kelima jurnalis yang hilang kontak itu adalah M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Selain kelima jurnalis, terdapat tiga orang lain di atas speedboat tersebut. Mereka adalah nahkoda, anak buah kapal, dan seorang guide.
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang. Mereka bertolak sekitar pukul 14.00 WIB, Senin 7 September 2026. Mereka menuju kawasan Anak Krakatau untuk meliput aktivitas gunung yang sedang erupsi tersebut.
Sekitar 42 menit setelah berangkat, salah seorang anggota rombongan mengirimkan posisi kepada jurnalis di Lampung. Kala itu, rombongan disebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terputus pukul 15.04 WIB. Lokasi terakhir yang diketahui berada di titik koordinat 6°14'40.52" S 105°40'49.48" T. Sejak saat itu, keberadaan mereka belum dapat dipastikan.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
