Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pemain Arab Saudi Meninggalkan Pemain Australia Yang Mengheningkan Cipta (Foto: The Independent)
Dream - Timnas sepak bola Arab Saudi mendapat kritik keras saat menolak mengikuti prosesi mengheningkan cipta untuk korban serangan teror London Bridge. Peristiwa itu terjadi saat Arab Saudi melawat ke Australia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia.
Dalam video rekaman, tampak pemain Arab Saudi tak menghiraukan upacara mengheningkan cipta sebelum pertandingan. Mereka meninggalkan 11 pemain Australia yang berbaris di tengah lapangan dan menjalani pemanasan.
Tindakan itu tidak hanya menuai kritik dari pendukung Australia. Setelah pertandingan yang berlangsung, federasi sepakbola Australia, FFA, mengatakan timnas Arab Saudi telah diberitahu mengenai upacara mengheningkan cipta.
" Konfederasi Sepak Bola Asia dan tim Saudi sepakat bahwa saat keheningan bisa diadakan," kata federasi Australia, menurut Sydney Morning Herald.
" FFA telah mendapat penjelasan mengheningkan cipta tidak sesuai tradisi dan budaya Saudi, untuk itu mereka akan berpindah ke sisi lapangan dan menghormati kebiasaan kami."
Dalam laporan The Independent, warganet mengkritik habis-habisan sikap pemain Arab Saudi. Mereka meminta FIFA mengambil tindakan atas peristiwa tersebut.
" Saya harap FIFA memanggil Arab Saudi dengan kurangnya rasa hormat sebelum kick-off," tulis satu pengguna. " Tidak ikut mengheningkan cipta itu menjijikkan."
Kejadian teror di London Bridge, Minggu, 4 Juni 2017 waktu setempat menewaskan tujuh orang dan melukai 48 orang lain. Dua orang yang diantaranya meninggal merupakan warga Australia, Nanny Sara Zelenak dan perawat Kristy Boden.
Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan Australia, 3-2.
Advertisement

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan