Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Aboutislam.net)
Dream - Ketika jimak hanya merupakan aktivitas biologis yang cuma memberi kepuasan, tak heran jika hari ini kita masih sering mendengar banyak orang sibuk menjadikan topik pembicaraan seputar seks. Obrolannya hampir cenderung menekankan kepada aspek fisik.
Perbincangan soal jimak lagi-lagi jarang menyentuh soal aspek jiwa. Setiap hari orang sibuk berbicara tentang seks. Media massa memberi porsi yang besar soal seks karena banyak dibaca publik.
Publik sibuk menawarkan cara, misalnya suami-istri bepergian ke satu hotel dan melakukan hubungan seks di sana, tanpa mendengar keceriaan tawa anak-anak yang mengganggu.
Pada saat yang sama, manusia juga disibukkan untuk mempercantik diri. Sebagian dari mereka disibukkan dengan obsesi menjadi cantik demi mempertahankan daya tarik di hadapan suami. Kita sering membaca banyak orang yang melakukan operasi plastik untuk memancungkan hidung dan memontokkan payudara.
Kondisi ini tentu saja ironi bagi kemanusiaan. Di saat manusia semakin " terdidik" , mereka justru mengalami kemerosotan dalam kehidupan psikisnya. Mereka terjebak pada aspek fisik yang sangat zahir, sehingga keelokan rupa yang menjadi perhatian utama. Padahal sesungguhnya, ada yang lebih berarti dari sekadar jimak.
© Dream
Adakalanya orang aktif secara seksual, tetapi mereka tidak menemukan kesejukan dalam rumahnya. Rumah berhenti sebagai bangunan yang beratap dan berpintu. Mereka aktif bertasabbub, istri melahirkan anak hampir setiap dua tahun sekali, anak mereka sampai lebih dari lima orang, tetapi tak ada kedamaian di rumah.
Hubungan antara suami dan istri tidak akrab, apalagi mesra kecuali saat berjimak.
Ini berarti, ada yang lebih indah dari jimak. Keindahan di luar jima ini memang bisa semakin menyempurnakan keindahan dan kenikmatan jimak. Tetapi keindahan itu bukan terletak pada tercapainya kepuasan saat berhubungan intim.
Ada kesenangan hidup dalam rumah tangga (semoga Allah memberikan kesenangan itu kepada keluarga kita). Dan kesenangan itu bukan terletak pada kecantikan wajah–yang membuat sebagian orang merasa cemas dan dilanda ketakutan ketika usia mendekati 40 tahun.
Kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, " Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri. Andaikata penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali.
Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui keelokan yang lain. Meski begitu tidak ada kendala apa-apa di dalam hatinya. Karena kecocokan akhlak merupakan sesuatu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segala-galanya. Memang bisa saja cinta tumbuh karena sebab-sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap dengan lenyapnya sebab."
Ulasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya