Sabtu, 10 Oktober 2026 Cari

Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Tersedia Mulai November 2020

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 12 Oktober 2020 11:30
Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Tersedia Mulai November 2020
Perusahaan produsen vaksin telah menyatakan komitmen untuk menyediakan vaksin Covid-19 bagi Indonesia.

Dream - Pemerintah menyatakan vaksin Covid-19 untuk masyarakat Indonesia akan tersedia pada November 2020. Ini seiring dengan besarnya kapasitas produksi perusahaan vaksin yang sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah.

Kepastian ini didapat setelah Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, bersama Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Duta Besar RI untuk Republik Rakyat China, Djauari Oratmangun, serta Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, bertemu pimpinan dari tiga perusahaan vaksin.

Ketiga perusahaan tersebut yaitu Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac. Pertemuan itu berlangsung di China pada Sabtu, 10 Oktober 2020.

Menurut laman Maritim.go.id, dalam pertemuan tersebut, jumlah vaksin yang disanggupi masing-masing perusahaan beragam. Hal ini bergantung pada kapasitas produksi serta komitmen masing-masing perusahaan terhadap pembeli lain.

 

1 dari 4 halaman

Komitmen Tiap Perusahaan

Perwakilan Cansino menyatakan tahun ini sanggup menyediakan 100 ribu dosis vaksin single dose atau dosis tunggal pada November nanti. Sedangkan untuk 2021 sanggup menyediakan 15 hingga 20 juta dosis.

G24/Sinopharm sanggup menyediakan 15 juta vaksin dual dose atau dua dosis. Sebanyak 5 juta dosis mulai datang ke Indonesia pada November nanti dan 50 juta dosis ganda selama 2021.

Sedangkan Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin sampai akhir Desember 2020. Perusahaan ini berkomitmen mengirimkan 1,5 juta dosis single pada pekan pertama November dan 1,5 juta dual dose atau dosis ganda vaksinasi pada pekan pertama Desember.

Selain itu, Sinovas akan menyediakan 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk. Sedangkan tahun depan, perusahaan ini sanggup menyediakan 125 juta dosis ganda.

 

2 dari 4 halaman

Rencana Vaksinasi

Menteri Kesehatan Terawan, mengatakan para tenaga yang berjuang di garda terdepan penanganan Covid-19 menjadi kelompok prioritas dalam vaksinasi yaitu tenaga medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI/Polri dan tenaga pendidik.

" Mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh pemerintah," ujar Terawan, melalui keterangan tertulis.

Kemenkes juga telah menyiapkan program vaksinasi Covid-19. Juga memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan segera menggelar simulasi vaksinasi di beberapa puskesmas.

Untuk menjaga akuntabilitas, vaksin yang dibayarkan pemerintah maupun mandiri tetap harus melalui Bio Farma. Dalam waktu dekat, Bio Farma diminta memberikan pemaparan terkait biaya pembelian vaksin Covid-19 dari semua mitranya.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

WHO Tak Lagi Sarankan Lockdown untuk Atasi Covid-19, Kenapa?

Dream - Kabar mengejutkan datang dari Badan Kesehetan Dunia (WHO). Salah seorang petinggi organisasi tersebut, Dr David Nabarro, menyerukan para pemimpin dunia agar berhenti melakukan lockdown atau penutupan wilayah demi berjalannya ekonomi.

Nabarro mengatakan, lockdown bukan lagi cara untuk mengendalikan penyebaran virus corona. Menurutnya, satu-satunya hal yang dicapai lockdown adalah kemiskinan, tanpa mampu menyelamatkan banyak nyawa yang melayang.

" Lockdown hanya memiliki satu konsekuensi yang tidak boleh Anda remehkan, dan itu membuat orang miskin menjadi semakin miskin," kata Nabarro, dikutip dari Liputan6.com, Senin 12 Oktober 2020.

4 dari 4 halaman

Menurut Nabarro, WHO tidak lagi menganjurkan untuk melakukan lockdown sebagai cara utama pengendalian Covid-19.

" Satu-satunya yang kami yakini bahwa lockdown dapat dibenarkan untuk memberi Anda waktu untuk mengatur ulang, menyusun kembali, menyeimbangkan kembali sumber daya Anda, melindungi petugas kesehatan yang kelelahan," katanya.

Lockdown, tambah Nabarro, memberikan dampak secara global, bagaimana ekonomi semakin terpuruk, yang miskin turut terpengaruh secara tidak langsung.

" Lihat apa yang terjadi pada petani kecil di seluruh dunia. Lihat apa yang terjadi dengan tingkat kemiskinan. Tampaknya kita mungkin memiliki dua kali lipat kemiskinan di dunia tahun depan. Begitu juga dengan masalah malanutrisi anak," katanya.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar