CONNECT WITH US!

Video 'Perempuan Sisa' Bikin Geger Jagat Maya

Reporter : Puri Yuanita | Jumat, 15 April 2016 09:28
(Foto: Www.bbc.com)

Dream - Sebuah iklan video tentang 'perempuan sisa' di Tiongkok membetot perhatian khalayak ramai. Bahkan jadi perdebatan nasional karena mengangkat nasib perempuan lajang di negara tersebut.

Masalah perempuan yang belum menikah, sering disebut sebagai 'sheng nu' (perawan tua) di Tiongkok, telah lama menjadi perhatian dalam masyarakat Negeri Tirai Bambu.

Dengan judul 'Marriage Market Takeover', video berdurasi empat menit bergaya dokumenter itu dipersembahkan oleh raksasa kosmetik Jepang, SK-II.

Menurut definisi Pemerintah Tiongkok, 'perawan tua' mengacu pada setiap perempuan yang belum menikah di atas usia 27 tahun.

Partai berkuasa di Tiongkok mendesak perempuan lajang untuk segera menikah sebelum usia 27 tahun. Hal itu untuk mengimbangi kesenjangan gender yang tinggi antara perempuan dan laki-laki yang disebabkan oleh kebijakan kelahiran satu anak yang baru-baru ini berakhir.

Dalam sebuah pernyataan kepada BBC, Presiden SK-II, Markus Strobel, mengatakan iklan itu adalah bagian dari 'kampanye global untuk menginspirasi dan memberdayakan perempuan dalam menentukan nasib mereka'.

" Film ini coba menunjukkan kenyataan hidup yang dihadapi wanita karier dan berpendidikan Tionghoa yang merasa tertekan karena belum menikah sebelum usianya 27 tahun. Mereka takut dianggap sebagai 'sheng nu'," kata Strobel.

Namun menurut Leta Hong Fincher, penulis 'Perawan Tua: Kebangkitan dari Ketidaksetaraan Gender di Tiongkok', perempuan Tionghoa lajang berada di titik balik yang nyata dan banyak dari mereka yang mulai menjalani gaya hidup melajang. Sehingga stigma sebagai perawan tua kembali menyeruak.

" Mereka ini adalah perempuan muda dengan kekuatan dan kepercayaan diri, yang secara khusus menjadi target kampanye iklan pemerintah yang menekan mereka agar segera menikah," kata Fincher kepada BBC.

Perempuan Tionghoa saat ini lebih berpendidikan daripada sebelumnya dan mereka semakin menolak pernikahan.

Fincher mengatakan yang membuat video iklan ini memiliki pesan yang sangat kuat adalah bahwa apa yang digambarkan itu merupakan 'keadaan sebenarnya' dari perempuan lajang di negara ini.

" Penderitaan yang dialami oleh perempuan dalam melawan tekanan untuk menikah segera juga sangat nyata. Hal ini mencerminkan realitas dari banyaknya profesional perempuan muda di Tiongkok."

Dalam video iklan tersebut, pemeran pemeran perempuan mengungkapkan betapa sulitnya hidup sebagai lajang di Tiongkok.

" Dalam budaya Tiongkok, menghormati orang tua merupakan urusan yang paling penting. Dan tidak menikah dianggap sebagai tanda tidak hormat yang paling besar," kata perempuan dalam video, yang kemudian mulai menangis.

Perempuan lain dalam video mengatakan, " Masyarakat Tiongkok menganggap perempuan yang tidak menikah sebagai perempuan tidak lengkap."

Sementara dari pihak orang tua punya pendapat sendiri mengenai putrinya yang masih melajang hingga usia mendekati 27 tahun.

" Kami selalu berpikir putri kami memiliki kepribadian yang hebat. Tapi dia ternyata hanya perempuan rata-rata, tidak terlalu cantik. Itu sebabnya dia menjadi perawan tua, " kata salah satu ibu, yang duduk di samping putrinya yang berusaha menyeka air matanya.

Video tersebut terbukti populer dan mendapat sambutan antusias dari ribuan pengguna media sosial.

Di kanal resmi SK-II di Youtube video ini menarik ratusan ribu views secara global dan dibagi secara luas di kalangan pengguna Facebook.

Sementara di Tiongkok sendiri, video tersebut menerima lebih dari 4.000 Likes dan dibagikan hingga 20.000 kali di akun resmi SK-II di Sina Weibo.

(Sumber: bbc.com)



RAN – Mager (Acoustic Interview Part 1)