Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka
Dream - Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, mengaku geram dengan ulah seorang sopir bus Batik Solo Trans (BST) yang mengirimkan pesan 'mesra' ke penumpang. Percakapan tersebut sempat tersebar di media sosial.
"Ini memalukan, saya yang malu," ujar Gibran.
Gibran menyayangkan sanksi yang diberikan manajemen BST yang terlalu ringan yaitu dengan skorsing selama tiga hari. Dia menilai seharusnya sanksi yang dijatuhkan adalah pemecatan.
"Seharusnya sopir dipecat, karena kasus itu termasuk pelecehan verbal," kata dia.
Menurut Gibran, dari laporan yang dia terima, kasus ini tidak hanya dialami satu satu korban. Sudah ada beberapa korban mengalami hal serupa dari sopir yang bersangkutan sehingga sanksi yang diberikan harus tegas.
"Ngopo (kenapa) hanya skorsing tiga hari, langsung pecat saja," kata dia.
Gibran juga menyatakan akan mendatangi kantor manajemen BST terkait sanksi tersebut. Dia pun menilai manajemen sudah sembarangan menjatuhkan sanksi.
"Nggak bisa kayak gitu, itu ngawur. Mek tak parani kantore (akan saya datangi kantornya)," ucap dia.
Selanjutnya, Gibran mengapresiasi korban yang berani buka suara. Dia menyatakan tidak mudah bagi para korban untuk bersuara terkait dugaan pelecehan yang mereka alami.
"Silakan kalau ada korban lain yang merasakan hal serupa, laporkan saja dan kita kalau ada laporan tindakannya juga cepat," ucap dia.
Terkait kejadian ini, Gibran menilai perlu ada evaluasi terhadap manajemen BST. Dia pun menyatakan pengelola tidak profesional lantaran tidak bertindak padahal kasus pelecehan sudah sering terjadi.
"Itu nek ra (kalau tidak ) viral mereka tidak bertindak, harus ada evaluasi dan ini pastinya sangat merugikan banyak pihak termasuk BST sendiri," kata dia.
Kasus dugaan pelecehan ini terkuak setelah tangkapan layar percakapan sopir BST dengan salah satu penumpang tersebar di media sosial. Dalam tangkapan layar itu, sopir menyapa dengan kata-kata mesra kepada penumpang wanita.
Sopir tersebut bahkan sampai meminta foto penumpang. Permintaan tersebut kemudian ditolak.
Dalam sebuah unggahan di Twitter, penumpang mengaku bertemu dengan sopir itu ketika naik BST di depan Solo Paragon Mall. Saat bertemu, sopir meminta nomor WA dengan alasan akan memberikan jadwal kedatangan BST, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
