Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Source: TikTok Meerararararara
Dream - Jarak tak membuat kasih sayang ibu pada anak-anaknya berkurang begitu juga sebaliknya. Sebagai anak berbakti, pasti kita ingin membahagiakan ibu sendiri.
Seperti yang digambarkan di salah satu video TikTok di akun @Meerararararara. Dalam video tersebut tampak seorang ibu yang menangis ketika mendapatkan hadiah ulang tahun dari anaknya.
Tampak ibu tersebut menarik tulisan 'happy birthday' pada kue ulang tahun sambil ditemani oleh anak-anaknya secara langsung maupun lewat panggilan video. Rupanya ada satu anak yang tak bisa ditemuinya sehingga hanya bisa ditemui lewat video.

Ketika anak-anaknya menyanyikan lagu ulang tahun, ibunya menemukan uang dari ucapan 'happy birthday' yang telah ditarik. Setelah menariknya hingga habis, sang ibu pun menangis sesenggukan.

" Tangisan kegembiraan buat mama hari ini," tulis pemilik akun tersebut di kolom caption.
Melihat unggahan tersebut, warganet pun terharu. Banyak di antaranya yang ingin memberikan hal serupa pada ibunya.
" Siapa yg narok bawang wooyy," komentar @riby.meri.
" Gk kuat nahan air mata," kata @dellanovela_97.
" Jadi inget ibu ku di kampung semoga aku bisa membahagiakan beliau Aamiin," ujar @guruh_khaerul.
Dream - Sebuah video yang memperlihatkan warga menyeberangi sungai berarus deras viral di media sosial. Peristiwa dalam video tersebut diketahui terjadi Gresik, Jawa Timur.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @ndrobeii, Jumat 4 Desember 2020. Dalam video itu terlihat sejumlah warga tengah mengusung keranda melewati sungai yang arusnya deras. Sungai tersebut terlihat cukup dalam, sehingga keranda harus diusung tinggi.
Dalam unggahan itu, tertulis keterangan, " Tak Ada Jembatan, Warga Gorekan Lor Gresik Terpaksa 'Hanyutkan' Jenazah untuk Seberangi Kali Lamong" .
View this post on Instagram
Menurut keterangan, peristiwa itu lebih tepatnya terjadi di Dusun Gorekan Lor, Desa Cermenlerek, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Kamis 3 Desember 2020.
Warga menaikkan keranda jenazah ke sebuah ban bekas agar bisa mengapung, kemudian diarak ramai-ramai agar bisa menyeberangi anak sungai Kali Lamong yang saat itu arusnya sedang deras.
Warga terpaksa 'menghanyutkan' jenazah Nenek Kasti, 71 tahun, warga RT 6 RW 12, karena di dusun tersebut belum ada jembatan. Sedangkan lokasi pemakaman ada di dusun yang letaknya di seberang anak Kali Lamong
Peristiwa ini bukan kali pertama. Sebelumnya, pada tahun 2019, jenazah Sayu, warga Gorekan Lor Desa Cermen Lerek Kecamatan Kedamean, juga terpaksa diseberangkan warga menggunakan ban bekas.
Suwono, keponakan almarhum Kasti membenarkan, bahwa jenazah neneknya harus diseberangkan menggunakan ban bekas untuk menuju lokasi pemakaman. Pasalnya, arus anak Kali Lamong saat itu sedang deras.
" Ya terpaksa harus dihanyutkan untuk menyeberang anak Kali Lamong Mas, karena tak ada jembatan. Kondisi ini sudah terjadi puluhan tahun," ungkapnya.
Suwono mengungkapkan bahwa neneknya meninggal pada hari Rabu, 2 Desember 2020 sekitar pukul 20.30 WIB. Lantaran sudah malam dan pemakaman harus menyeberangi anak Kali Lamong, maka pemakaman diputuskan esok hari.
" Sehingga, Kamis 3 Desember 2020, sekitar pukul 09.30 WIB jenazah almarhumah Nenek Kasti baru dimakamkan," bebernya.
Suwono mengatakan, sebetulnya di Dusun Gorekan Lor ada dua makam. Satu makam dekat dengan dusun dan satu makam lagi berada di seberang anaki Kali Lamong.
Kalau musim hujan tiba seperti sekarang, makam di sebelah dusun tak bisa dimanfaatkan untuk pemakaman. Sebab anak Kali Lamong meluap, sehingga kalau tanahnya digali akan terus keluar air.
" Makanya, kalau warga Gorekan Lor meninggal pada musim hujan dan anak Kali Lamong meluap, ya pemakanan harus nyeberang anak Kali Lamong dengan cara dihanyutkan dengan ban bekas. Kondisi ini sudah terjadi bertahun-tahun," terangnya.
Dikutip dari bangsaonline.com, warga Gorekan Lor sudah berkali-kali mengadukan persoalan jembatan tersebut kepada pemerintah. Namun hingga kini, belum juga terealisasi.
Bahkan menurut warga, pemerintah juga berjanji untuk membelikan tanah makam jika tak memungkin membangun jembatan.
" Juga nggak terwjuduh sampai sekarang," tutur salah satu warga.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam