Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wapres JK Mendapat Gelar Kehormatan Atas Jasanya Pada Perdamaian Di Beberapa Konflik (Foto: Kemenag)
Dream - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima anugerah gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Pemberian gelar ini sangat bersejarah karena pertama dilakukan oleh UIN Alauddin.
" UIN Alauddin Makassar menjadi Universitas Islam pertama di Indonesia yang menganugerahi Doktor Kehormatan ke-9 kepada H.M Jusuf Kalla," kata Rektor UIN Alauddin, Musafir Pababbari, dikutip Dream dari laman kemenag.go.id, Jumat 26 Januari 2018.
" Saya engucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Wapres Jusuf Kalla yang telah bersedia menerima gelar Doktor Kehormatan dari UIN Alauddin Makassar dalam bidang Sosiologi Agama," tambah Musafir.
Menurut dia, JK dianggap telah memberikan solusi perdamaian di daerah konflik Ambon, Poso, dan Aceh. " Agama menurut Jusuf Kalla adalah sumber inspirasi kerukunan. Agama mengajarkan perdaman serta menganjurkan pentingnya membangun harmoni antarumat yang berbeda," ujar dia.
Sementara itu, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan, JK dianggap memahami esensi ajaran agama untuk hidup aman dan damai. JK, tambah dia, merupakan seorang Muslim sejati yang memberi rasa aman kepada orang lain dengan tidak menyakitinya melalui perkataan dan perbuatan.
“ Seseorang yang meneladani sifat Allah, al-Salâm, paling tidak, bila tidak dapat memberi manfaat kepada selainnya, maka jangan sampai dia mencelakakannya. Kalau dia tidak dapat membuat orang lain bergembira, maka paling tidak dia tidak membuat orang lain resah," kata Lukman.
Lukman menuturkan, di tengah merebaknya fenomena kekerasan dan tebar kebencian, apa pun latar belakangnya, harus terus berani menyuarakan dengan lantang pesan-pesan perdamaian.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya