#YakinMelangkah, Jadi Landasan 5 Sosok Perempuan Muslimah Meraih Mimpi

Reporter : Zaki
Rabu, 18 Maret 2020 14:06
#YakinMelangkah, Jadi Landasan 5 Sosok Perempuan Muslimah Meraih Mimpi
Meneladani 5 sosok penting agar kamu makin #YakinMelangkah!

Dalam Sharing Session Yakin Melangkah, terdapat 5 sosok inspiratif dalam meraih mimpi. Beragam pekerjaan dari kelima sosok ini memiliki cerita tersendiri. Berikut kisah 5 sosok wanita muslimah yakin melangkah.

Sosok pertama yang dihadirkan dalam diskusi itu adalah Hamidah Rachmayanti. Wanita yang dikenal dengan sebagai influencer ini bercerita mengenai sebuah mimpi. Ia mengatakan bahwa bahwa mimpi adalah angan-angan yang bisa dimulai dengan ikhitiar dan berdoa.

 “Dahulu, mencoba hal baru kerap saya lakukan. Salah satunya ialah mencoba make up. Dari situ, saya yakin melangkah untuk dunia tersebut. Dulu belum ada youtube ya. Aku belajar langsung make up teman dan kerabat. Dari situ alhamdulilah banyak yang suka dengan hasil aku, dan ini membuka jalan aku untuk menjadi seorang influencer seperti sekarang ini” tutur Hamidah.

Tidak berhenti disitu, Hamidah pun #YakinMelangkah untuk mencapai tujuannya yang lain sebagai seorang enterpreneur. Kini, ia bisa membagi pengalamannya kepada perempuan muslim lain dan menginspirasi mereka.

Mengenai mimpinya ini, Hamidah mengatakan sampai saat ini keluarga sangat mendukung langkahnya tersebut.

“Keluarga sangat mendukung langkah saya ini. Jadi kalau saya lagi down, saya langsung ingat perjuangan bagaimana saya meraih mimpi ini. Biar jadi semangat untuk #YakinMelangkah,” tutur Hamidah.

Sementara itu, sosok lain pada sharing session itu, Heni Sri Sundani bercerita mengenai perjuangan untuk #YakinMelangkah meraih mimpinya. Heni menceritakan bahwa ia berasal dari keluarga yang sederhana dan bermimpi ingin menjadi guru.

“Aku bermimpi ingin menjadi guru. Aku #YakinMelangkah karena dulu sekolah aku tuh jauh dan perlu dua jam perjalanan belum lagi bentuk jalan tanah dan becek. Tak hanya itu,  saat di sekolah guru sering tidak ada,” tutur Heni.

Dari kisahnya itu, membuat Heni membuat Gerakan Anak Petani Cerdas dan AgroEdu Komunitas Jampang di Bogor, Jawa Barat.

“Aku #YakinMelangkah meraih mimpi menjadi guru agar murid-murid tidak sia sia pergi untuk belajar ke sekolah,” tutur Heni.

Untuk #YakinMelangkah, Heni mengawali bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong.

“Dari pengahasilan sebagai TKW saya gunakan untuk mengenyam pendidikan di Saint Mary’s University Hong Kong. Setelah lulus, saya kembali ke Indonesia dan mendirikan gerakan ‘Anak Petani Pintar’ di Bogor,” imbuh Heni.

Kegigihan Heni dalam mewujudkan mimpinya ini pun mendapatkan apresiasi internasional, dimana Heni dinobatkan sebagai salah satu sosok berusia dibawah 30 tahun pembawa perubahan untuk wilayah Asia.

“Semua ini tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dari keluarga, terutama dari Suami. Ia selalu menemani dan menyemati saya dalam untuk #YakinMelangkah,” tutur Heni.

 © (c) Reza Pahlevi

Sosok muslimah inspiratifnya dalam diskusi itu. Adalah pemilik brand hijab conscious ramah lingkungan, Qonitah Al Zundiah.  Ia bercerita dalam mengapai mimpinya di dunia fashion, Qonitah perlu meyakinkan kepada orangtuanya bahwa dunia fashion itu adalah mimpinya.

“Mimpi itu adalah pengerak. Saat saya ingin terjun ke dunia fashion, keluarga kurang mendukung. Akhirnya saya masuk kejurusan Psikologi. Namun, hal itu tidak membuat saya menyerah,” tutur Qonitah.

Dari situ Qonitah belajar banyak mengenai fashion sampai ia mendirikan brand PARTE fokus memperhatikan aspek conscious dari produk yang di pasarkan, salah satunya adalah produk perawatan hijab pertama di Indonesia yang aman dan ramah terhadap lingkungan.

“Dulu aku punya cerita saat kuliah di luar negeri banyak orang di sana menanyakan kenapa pakai Hijab dan Hijab itu apa. Aku selalu cerita tentang hijab kepada orang-orang itu dan mereka mengerti akan hal itu,” imbuh Qonitah.

Sosok muslimah lainnya yang inpirasif ialah Puti Karina Puar. Puti yang dikenal sebagai Ilustrator buku mengenai lingkungan mampu menorehkan penghargaan dari Emmy Award untuk film pendek mengenai perdamaian.

Namun siapa sangka, sang ilustrator dulu bekerja di perusahaan minyak dan sempat menjabat General Manager. Namun, karena keluarga ia harus merelakan jabatannya tersebut.

“Dulu kalau bicara cita-cita atau mimpi saat kecil mungkin banyak mereka akan bilang menjadi dokter, insinyur, dan pilot. Namun, waktu itu saya malah ingin menjadi kartunis. Tetapi keluarga tidak mendukung. Jadi saya kuliah mengambil jurusan teknik geologi dan bekerja di sebuah perusaan minyak dan gas di Balikpapan,” tutur Puti.

Namun, siapa sangka Puti yang merelakan jabatannya di perusahaan minyak malah mendorong ia untuk #YakinMelangkah untuk meraih mimpinya sebagai ilustrator.

“Jadi saat ‘menjabat’sebagai ibu rumah tangga saya kerap menggambar sesuai pesanan teman dan keluarga, hal itu malah bisa mengasa mimpi saya sebagai ilustrator,” Puti.

Namun tak disangka, ketika ia mencoba ikut ajang animator dengan tema perdamaian pada ajang Internasional Puti menang dan diundang untuk ke New York. 

“Waktu itu saat ikut kompetisi itu, saya #YakinMelangkah saja. Alhasil, saya menang dan diundang ke New York. Senang sekali,” tutur Puti.

Dalam #YakinMelangkah, Puti selalu didukung oleh keluarga. Selain itu, saat down dalam berkarya, Puti selalu ingat perjuangannya untuk #YakinMelangkah agar menjadi kekuatan.

Terakhir adalah Sally Marryta Diantiny. Sosok inspiratif satu ini merupakan wanita karier yang meraih mimpinya dengan kerja keras.

Sally Marryta Diantiny memilih mendengarkan kata hatinya untuk menjadi muslimah yang bisa lebih bermanfaat dan menginspirasi bagi sesama dengan bekerja di perusahaan yang dapat membantu para perempuan untuk menjadi lebih percaya diri.

“Mimpi itu mampu menghasilkan energi agar kita bisa menuju ke sana. Sebelum sampai saat ini, saya dulu hanyalah anak desa yang kurang mendapatkan informasi yang cukup. Padahal keingintahuan saya tinggi,” ujar Sally.

Ia melajutkan untuk mencapai mimpi diperlukan kepercayan diri, tekad bulat, usaha dan doa.

“Hal itu akan membawa kita kepada tujuan kita tanpa memandang kita lelaki atau perempuan,” ujar Sally.

Dari kelima sosok inspiratif itu, bisa diambil kesimpulan dengan yakin, tekad, kejujuran, semangat, doa, support system, percaya diri, pantang menyerah, niat, dan integritas perempuan muslimah lainnya meraih mimpi dengan baik.

Reporter: Reza Pahlevi

Beri Komentar