Pergi ke Italia Bareng Selingkuhan, Pulangnya Positif Covid-19

Reporter : Cynthia Amanda Male
Rabu, 18 Maret 2020 13:01
Pergi ke Italia Bareng Selingkuhan, Pulangnya Positif Covid-19
Ia mengaku dalam perjalanan kerja kepada sang istri. Tetapi, istrinya tidak tahu bahwa suaminya melipir ke Italia.

Dream - Seorang pria mengaku positif corona pada petugas kesehatan di Inggris Utara saat sedang bepergian keluar negeri. Pria berusia kepala tiga itu mengabari istrinya dirinya memiliki riwayat perjalanan kerja ke Inggris.

Namun, istrinya tidak tahu sama sekali bahwa sang suami sebenarnya melipir ke Italia. Kemudian, pria itu pergi ke rumah sakit dan diklaim positif covid-19.

Saat berkonsultasi pada dokter, ia mengaku memiliki jabatan tinggi di pekerjaannya dan sedang berhubungan dengan seorang wanita.

Kini, istrinya sedang dikarantina di rumah mereka di Inggris Utara. Dilansir dari The Sun, hal ini menjadi pembicaraan petugas kesehatan.

“ Kasusnya akan sangat lucu jika penyakitnya tidak terlalu parah”.

“ Pria itu mengakui apa yang dilakukan di Italia, dan istrinya tidak tahu apa-apa”.

“ Istrinya mengira dia terkena penyakit akibat perjalanan kerja”.

Dia sangat panik, tapi lebih takut masalah pribadinya terungkap daripada kesehatannya”.

Italia menjadi negara di Eroga yang penduduknya paling banyak terpapar virus corona dengan jumlah kasus sebanyak 2158. Pasien tertua berusia 95, sedangkan yang termuda 39 tahun.

Saat ini, Italia sedang lockdown dan hanya memperbolehkan aktivitas yang sangat penting seperti membeli kebutuhan sehari-hari. Tapi, masih ada harapan untuk pandemi corona segera mereda setelah terjadi di Cina.

Baru-baru ini, Italia diumumkan 349 jumlah kematian dengan 2158 kasus. Di samping itu, perkembangan virus corona dikabarkan mulai melambat.

“ Kenaikan jumlah kasus ini tidak setajam dua atau tiga hari lalu. Kami berharap ini adalah awal dari meredanya virus corona,” ujar Attilio Fontana, Gubernur Lombardy, Italia yang merupakan wilayah paparan virus corona terparah.

1 dari 5 halaman

Infeksi Corona di Seluruh Dunia Diprediksi Meningkat 10 Kali Lipat Tiap 19 Hari

Dream - Kasus infeksi virus corona baru atau Covid-19 di luar China diperkirakan akan meningkat sepuluh kali lipat setiap 19 hari.

Situasi tersebut akan semakin memburuk jika negara yang mengalami wabah Covid-19 tidak mengatasi krisis ini dengan benar.

Hasil studi tersebut dipaparkan oleh para peneliti yang dipimpin ahli genetika Jin Li dari Shanghai Fudan University di Shanghai, China.

Sebelumnya, para peneliti mengembangkan model perhitungan untuk mempelajari tren wabah Covid-19 di luar China berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Februari 2020.

Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa wabah Covid-19 akan memicu penyebaran yang lebih luas di luar daratan China.

Meski perhitungan Jin Li terlihat tidak masuk akal, tapi data WHO pada hari Kamis melaporkan 14.768 kasus corona jenis baru yang dikonfirmasi di luar China.

Jumlah tersebut naik lebih dari 21 kali lipat dibanding jumlah yang dilaporkan pada 16 Februari yang hanya 683 kasus.

2 dari 5 halaman

Butuh Keseriusan Pemerintah

Menurut Jin Li, sebagian besar pasien yang terinfeksi dengan wabah ini biasanya akan memiliki gejala ringan.

Tetapi mereka memilih untuk tidak pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan di bawah pengawasan dokter ahli.

Menurut studi tersebut kondisi yang demikian itu sangat berbahaya. Karena itu, penulis studi menekankan pentingnya campur tangan yang lebih luas dan aktif dari pemerintah.

" Tindakan yang lebih kuat perlu diambil untuk memeriksa kesehatan masyarakat untuk memerangi wabah Covid-19 di seluruh dunia," tulis para peneliti di studi tersebut.

Studi ini telah diunggah ke Medrxiv.org, sebuah portal yang membahas ilmu kesehatan. Tetapi para peneliti melaporkan bahwa diperlukan kajian yang lebih luas untuk membuktikan bahwa penelitian ini akurat.

3 dari 5 halaman

Pembawa Virus Corona Pertama ke Luar China

Dari hasil model perhitungan itu juga bisa diketahui pembawa virus corona pertama ke luar China.

Seorang wanita yang bepergian dari Wuhan ke Thailand diketahui sebagai pembawa virus corona pertama ke luar China.

Dia dinyatakan positif Covid-19 pada 13 Januari. Sejak itu, lebih dari 100.000 orang tercatat sebagai pembawa wabah virus corona.

Sumber: TheVocket.com

4 dari 5 halaman

Dicari 24 Relawan untuk Percobaan Antivirus Corona, Dibayar Rp65 Juta

Dream - Dunia kini tengah berlomba mendapatkan vaksin virus Corona yang tengah menjadi wabah di sejumlah negara. Sampai saat ini, penangkal virus bernama resmi Covid-19 yang telah menyebabkan kematian ribuan orang itu belum ditemukan.

Di Inggris, bahkan sedang dicari relawan untuk diinfeksi virus Corona di Queen Mary BioEnterprises Innovation Centre, Whitechapel, London, untuk menemukan vaksin Corona.

Menurut laman Mirror, relawan yang bersedia jadi 'kelinci percobaan' bakal dibayar 3.500 pound sterling atau sekitar Rp65 juta. Relawan akan disuntik dengan virus yang tidak berbahaya.

Pencetus lowongan ini adalah Hvivo. Perusahaan riset ini akan menginfeksi 24 relawan dengan dua virus bersamaan, yaitu 0C43 dan 229E.

Virus ini berasal dari golongan yang berbeda. Virus yang dilemahkan ini bisa mengatasi virus perusak, seperti Covid-19.

 

 

5 dari 5 halaman

Dikarantina Dua Minggu

Yang berminat untuk menjadi relawan, harus dikarantina selama dua minggu. Para relawan tak boleh latihan atau kontak fisik dengan orang lain. Mereka hanya akan bisa makan dan minum jenis tertentu.

Setiap perawat atau dokter yang mengerjakan penelitian ini harus mengenakan ventilator dan pakaian pelindung saat mereka bekerja di lab atau dengan bahan apa pun yang mungkin terinfeksi virus, seperti jaringan kotor atau tes darah.

Langkah yang dilakukan Hvivo diamini oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan Produk Kesehatan Inggris. Pengujian ini merupakan upaya global senilai US$2 miliar (Rp28,97 triliun) untuk menemukan vaksin virus corona.

Kamu bisa membaca selengkapnya di sini.

Beri Komentar