Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Jumlah pasien terinfeksi corona, Covid-19, di Indonesia yang meninggal bertambah. Hingga kini, ada tujuh pasien terinfeksi Covid-19 di Indonesia meninggal dunia.
" Tujuh (meninggal)" kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 18 Merdeka 2020.
Yuri mengatakan, pasien ke-7 yang meninggal dunia menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah. Pasien itu meninggal dunia, Selasa dini hari, 03.48 WIB.
Pasien ini dirawat di RSUP dr Kariadi pada 10 Maret 2020. Dia merupakan rujukan dari rumah sakit swasta di Semarang.
Hasil laboratorium Balitbang Kemenkes menunjukkan pasien tersebut meninggal karena terpapar virus corona. Yuri enggan merinci asal pasien meninggal lainnya.
Data terakhir yang disampaikan Yuri menyebut, terdapat 172 kasus pasien positif virus corona.
" Tanggal 15 kita himpun data dari pagi sampai malam, ada penambahan kasus baru sebanyak 20 orang dari pemeriksaan spesimen Litbang dan ditambah 6 dari spesimen dari Unair. Sehingga total 172 kasus di mana kasus meninggal tetap 5 orang," kata dia.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, jumlah pasien positif virus corona baru, Covid-19, di Indonesia bertambah. Saat ini pasien positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit berjumlah 172 orang.
" Kemarin saya cek lagi, ada penambahan kasus di sore sampai malam hari, sebanyak 12 kasus. Sehingga sampai tanggal 15 menjadi 146 kasus. Tanggal 15 dari pagi sampai malam ada penambahan 26 orang," kata Yuri, dari keterangan pers yang ditayangkan lewat media live streaming, Selasa, 17 Maret 2020.
Yuri mengatakan, penambahan itu berdasar hasil spesimen yang diperiksa Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan dan Universitas Airlangga. Balitbang menyatakan 20 spesimen pasien dinyatakan positif.
" Dan ditambah 6 orang dari spesimen yang diperiksa Universitas Airlangga," kata dia.
Yuri mengatakan, penambahan terbanyak berasal dari empat provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau.
Menurut Yuri, DKI Jakarta menjadi sebaran pasien dengan status positif terbanyak statusnya sebagai pintu gerbang masyarakat dari berbagai wilayah.
" Kita memaklumi pintu gerbang, pintu masuk di DKI cukup besar. Kemudian mobilitas penduduk tinggi, dan kemungkinan terjadinya kontak kasus-kasus positif juga besar," ujar dia.
Terkait jumlah pasien positif corona yang meninggal dunia, Yuri mengatakan, jumlahnya masih tetap sebanyak 5 orang. Sementara 172 pasien positif corona dipastikan telah mendapat perawatan di rumah sakit.
" Sementara ada puluhan lagi yang hasilnya masih negatif, dan gejalanya tidak terlalu berat dan kita sarankan untuk self isolated di rumah," kata dia.(Sah)
Dream - Aktivitas aneh dilakukan sebuah gereja di Korea Selatan. Mereka menyemprotkan air garam ke dalam mulut para jemaatnya.
Keyakinan keliru itu dipercaya dapat bagian dari disinfektan. Tapi, akibat kondisi itu malah mengakibatkan 46 jemaat gereja terinfeksi Covid-19.
Gambar video dari Gereja Komunitas Sungai Rahmat di Provinsi Gyeonggi, di selatan Seoul, menunjukkan seorang pejabat gereja menempelkan botol semprotan ke dalam mulut satu pengikut satu demi satu.
Praktik itu dilakukan selama pertemuan yang dihadiri sekitar 100 pengikut pada 1 Maret 2020 dan 8 Maret 2020. Mereka yang terinfeksi termasuk pendeta dan istrinya.
" Sudah dipastikan, mereka meletakkan botol semprot di dalam mulut seorang pengikut yang kemudian dikonfirmasi sebagai pasien, sebelum mereka juga melakukan hal yang sama untuk pengikut lain, tanpa mendisinfeksi penyemprot," kata Lee Hee-young, Kepala Gugus Tugas penanganan virus corona Provinsi Gyeonggi, dikutip dari South China Morning Post, Selasa, 17 Maret 2020.
" Ini membuat virus menyebar tak terhindarkan," kata dia.
" Mereka melakukannya karena kepercayaan salah bahwa air asin membunuh virus," ucap dia.
Akibat wabah ini, gereja ditutup dan semua orang percaya yang menghadiri sesi doa menjalani tes.
Kasus-kasus baru telah memicu kewaspadaan pemerintah Korea Selatan untuk mendeteksi klaster virus baru, terutama di daerah kota, bahkan ketika telah berhasil memperlambat penyebaran infeksi.
Korea Selatan mengkonfirmasi 74 kasus baru pada hari Senin, sehingga total pasien yang positif corona menjadi 8.236.
" Masih terlalu dini untuk bersantai," kata Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye Kyun. “ Pemerintah akan memusatkan upayanya untuk mencegah infeksi tiap klaster.”
Dream - Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom, menyarankan langkah lain yang bisa ditempuh pemerintah untuk mengurangi sebaran virus corona. Dia menyarankan agar pemerintah membuat lockdown yang bersifat kepulauan.
" Lockdown bisa dilakukan, tetapi tidak berdasar pada wilayah administrasi karena dimungkinkan timbul dampak-dampak yang tidak kecil. Sebaiknya dilakukan lockdown kepulauan mengingat Indonesia negara kepulauan, maka air laut sebagai isolator terbaik," kata Nidom, Selasa. 17 Maret 2020.
Nidom menyadari proses ini bukan pekerjaan mudah. Tetapi bisa tuntas.
" Misal di Pulau Jawa, dengan asumsi 1% penduduk yang terisiko infeksi, maka dibutuhkan fasilitas untuk 1 juta pasien. Untuk itu bisa dilakukan hal-hal ini," kata dia.
Pertama Pulau Jawa menjadi satu kesatuan penanganan. " Semua gubernur dan bupati/wali kota menjadi satu kesatuan dan tidak mengambil kebijakan sendiri-sendiri," kata dia.
Nidom menghitung kapasitas rumah sakit di seluruh Pulau Jawa. Bila dirasa jumlahnya kurang, bisa menggunakan tenda-tenda milik militer dan Polri.
" Jika masih belum terpenuhi, bisa gunakan masjid-masjid dan rumah ibadah sebagai RS darurat," kata dia.
Selain itu, Nidom juga menyarankan agar,
- Sekolah dan kantor-kantor tidak diliburkan.
- Kerahkan semua mahasiswa bidang kesehatan (kedokteran, perawat, dll) dengan bimbingan dosen masing-masing untuk bantu perawatan.
- Kerahkan semua laboratorium (pemerintah dan swasta) dan mahasiswa bidang biologi dan kimia untuk ikut uji diagnostik.
- Siswa-siswa SMA bisa dikerahkan untuk buat disinfektan di sekolah masing-masing dengan disupervisi oleh mahasiswa Teknik Kimia dan Mipa
- Siswa SMP dikerahkan untuk bantu kebersihan dan penyemprotan lingkungan. Jadi yang diliburkan hanya siswa SD/PAUD saja.
- Ibu-ibu RT menyiapkan konsumsi dan empon-empon
- Para pemuka agama menggaungkan/memimpin munajat untuk keselamatan.
" Semoga wabah Corona menjadi gerakan Solidaritas Nasional melawan Corona dengan semangat Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila," ucap dia.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya