Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Pasien Corona Mendapatkan Perawatan Di Ruangan Isolasi. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pakar medis menegaskan karantina memegang peranan penting untuk menekan penyebaran virus corona.
Dengan karantina, pasien yang berpotensi menularkan, bisa menghindari penularan virus ke orang-orang di sekitarnya.
Apalagi, saat ini corona dinyatakan sebagai pandemi, berdasarkan World Health Organization (WHO). Sayangnya, masih ada orang-orang yang membandel dan enggan untuk dikarantina.
Dikutip dari World of Buzz yang melansir Sinar Harian, Selasa 17 Maret 2020, orang-orang yang tak menaati karantina akan dikarantina paksa dan membayar denda per harinya.
Atau, bisa saja mereka akan dipenjara selama 5 tahun. Tapi, bisa saja mereka dikenakan sanksi dua hukuman di atas.
Perlu dicatat, aturan yang diberlakukan ini bukan berada di Indonesia melainkan di Malaysia.
Seorang ahli hukum negara, Syazlin Mansor, mengatakan Undang-Undang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menginstruksikan suspek untuk dikarantina di rumah.
Selain kurungan penjara, pelanggar akan didenda 200 ringgit (Rp692.820) per hari selama masa karantina.
Dream - Aktivitas aneh dilakukan sebuah gereja di Korea Selatan. Mereka menyemprotkan air garam ke dalam mulut para jemaatnya.
Keyakinan keliru itu dipercaya dapat bagian dari disinfektan. Tapi, akibat kondisi tersebut mengakibatkan 46 pengunjung gereja terinfeksi Covid-19.
Gambar video dari Gereja Komunitas Sungai Rahmat di Provinsi Gyeonggi, di selatan Seoul, menunjukkan seorang pejabat gereja menempelkan botol semprotan ke dalam mulut satu pengikut satu demi satu.
Praktik itu dilakukan selama pertemuan yang dihadiri sekitar 100 pengikut pada 1 Maret 2020 dan 8 Maret 2020. Mereka yang terinfeksi termasuk pendeta dan istrinya.
![]()
" Sudah dipastikan bahwa mereka meletakkan botol semprot di dalam mulut seorang pengikut yang kemudian dikonfirmasi sebagai pasien, sebelum mereka juga melakukan hal yang sama untuk pengikut lain, tanpa mendisinfeksi penyemprot," kata Lee Hee-young, Kepala Gugus Tugas penanganan virus corona Provinsi Gyeonggi, dikutip dari South China Morning Post, Selasa, 17 Maret 2020.
" Ini membuat virus menyebar tak terhindarkan," kata dia.
" Mereka melakukannya karena kepercayaan salah bahwa air asin membunuh virus," ucap dia.
Akibat wabah ini, gereja ditutup dan semua orang percaya yang menghadiri sesi doa menjalani tes.
Kasus-kasus baru telah memicu kewaspadaan pemerintah Korea Selatan untuk mendeteksi klaster virus baru, terutama di daerah kota, bahkan ketika telah berhasil memperlambat penyebaran infeksi.
Korea Selatan mengkonfirmasi 74 kasus baru pada hari Senin, sehingga total pasien yang positif corona menjadi 8.236.
" Masih terlalu dini untuk bersantai," kata Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye Kyun. “ Pemerintah akan memusatkan upayanya untuk mencegah infeksi tiap klaster.”
Dream - Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom, menyarankan langkah lain yang bisa ditempuh pemerintah untuk mengurangi sebaran virus corona. Dia menyarankan agar pemerintah membuat lockdown yang bersifat kepulauan.
" Lockdown bisa dilakukan, tetapi tidak berdasar pada wilayah administrasi karena dimungkinkan timbul dampak-dampak yang tidak kecil. Sebaiknya dilakukan lockdown kepulauan mengingat Indonesia negara kepulauan, maka air laut sebagai isolator terbaik," kata Nidom, Selasa. 17 Maret 2020.
Nidom menyadari proses ini bukan pekerjaan mudah. Tetapi bisa tuntas.
" Misal di Pulau Jawa, dengan asumsi 1% penduduk yang terisiko infeksi, maka dibutuhkan fasilitas untuk 1 juta pasien. Untuk itu bisa dilakukan hal-hal ini," kata dia.
Pertama Pulau Jawa menjadi satu kesatuan penanganan. " Semua gubernur dan bupati/wali kota menjadi satu kesatuan dan tidak mengambil kebijakan sendiri-sendiri," kata dia.
Nidom menghitung kapasitas rumah sakit di seluruh Pulau Jawa. Bila dirasa jumlahnya kurang, bisa menggunakan tenda-tenda milik militer dan Polri.
" Jika masih belum terpenuhi, bisa gunakan masjid-masjid dan rumah ibadah sebagai RS darurat," kata dia.
Selain itu, Nidom juga menyarankan agar,
- Sekolah dan kantor-kantor tidak diliburkan.
- Kerahkan semua mahasiswa bidang kesehatan (kedokteran, perawat, dll) dengan bimbingan dosen masing-masing untuk bantu perawatan.
- Kerahkan semua laboratorium (pemerintah dan swasta) dan mahasiswa bidang biologi dan kimia untuk ikut uji diagnostik.
- Siswa-siswa SMA bisa dikerahkan untuk buat disinfektan di sekolah masing-masing dengan disupervisi oleh mahasiswa Teknik Kimia dan Mipa
- Siswa SMP dikerahkan untuk bantu kebersihan dan penyemprotan lingkungan. Jadi yang diliburkan hanya siswa SD/PAUD saja.
- Ibu-ibu RT menyiapkan konsumsi dan empon-empon
- Para pemuka agama menggaungkan/memimpin munajat untuk keselamatan.
" Semoga wabah Corona menjadi gerakan Solidaritas Nasional melawan Corona dengan semangat Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila," ucap dia.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya