Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Kerajaan Kelantan, Malaysia, begitu terobsesi ingin menyaingi ketenaran daging sapi 'kobe' yang lembut dan mahal. Otoritas Kelantan membuat langkah terobosan di sektor peternakan sapi.
Di Jepang, daging kobe dihasilkan dengan cara sapi diberikan minuman bir dan dipijat. Kerajaan Kelantan punya teknik lain, yaitu memperdengarkan lantunan Alquran kepada sapi.
Kepala Dinas Pertanian, Industri Dasar Tani, Bioteknologi dan Teknologi Hijau Malaysia, Datuk Che Abdullah Mat Nawi, mengatakan memperdengarkan Alquran kepada sapi pedaging merupakan satu dari sekian langkah yang dijalankan.
Menurut dia, Kelantan memiliki 19 ribu peternak sapi. Kebanyakan dari mereka mahir menangani hewan ternak sehingga sapi-sapi di Kelantan lebih jinak.
Dari peternakan sapi, Kelantan kini memiliki produk daging berkualitas tinggi, Naim Beef. Mat Nawi mengatakan daging ini diperoleh dari sapi yang jinak.
" Lewat program Naif Beef, kami punya rencana meneliti sapi-sapi di sini yang lebih jinak karena di antara ciri-ciri daging berkualitas tinggi adalah sapi yang jinak dan rileks," kata Mat Nawi, seperti dilansir astroawani.com.
Data Dinas Peternakan Malaysia menunjukkan Kelantan adalah negara bagian kedua di Malaysia yang mengekspor dari sapi ke luar negeri. Kelantan juga merupakan negara bagian pertama yang mengekspor sapi jenis Sado.
Di Eropa, sapi Sado dijual dengan harga sangat tinggi. Harga seekor sapi Sado bisa mencapai 12 ribu-15 ribu ringgit, setara Rp42,7 juta-Rp53,4 juta.
(Sah)
Advertisement

Suhu yang Terus Meningkat Ternyata Memperlambat Perkembangan Anak Usia Dini

Gujarat, Jejak Jalur Dagang yang Ikut Membentuk Islam di Nusantara

Sering Nyeri Sendi Saat Menua? Terlalu Jarang Bergerak Bisa Memperburuk Kondisinya

Serunya Mampir ke Booth AXIS di Cherrypop Festival 2026, Ada Photo Booth AI hingga Charging Station

3 Kebiasaan yang Dilakukan Spesialis Tulang Belakang untuk Menjaga Postur Tubuh

BCA Kumpulkan Desa dan UMKM Binaan dalam Desa Bakti BCA Community Forum 2026

BNI Rangkul 3 Komunitas Beda Fokus, dari Bisnis sampai Gowes Bareng