Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Itikaf merupakan ibadah yang dilakukan dengan berdiam di masjid. Maksud berdiam adalah tinggal di masjid dalam kurun waktu tertentu untuk ibadah. Biasanya dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadan.
Ulama sepakat menghukumi itikaf sebagai sunah dan bukan wajib. Sehingga, tidaklah berdosa orang yang tidak mengerjakan itikaf.
Itikaf mensyaratkan menetap dan tidak boleh keluar masjid tanpa uzur yang disyariatkan. Sehingga, apabila seseorang keluar masjid karena bosan, maka itikafnya menjadi batal.
Tetapi, banyak Muslim yang masih sibuk dengan pekerjaan. Mereka tentu tidak bisa meninggalkan kewajiban mereka dalam bekerja agar bisa beritikaf.
Terkait hal ini, apa yang harus dilakukan?
Dikutip dari Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc. menjelaskan, sangat beruntung bagi mereka yang bisa menyeimbangkan waktu antara bekerja dengan itikaf. Tetapi bagi mereka yang tidak bisa, bukan berarti pintu kebaikan tertutup.
Kebaikan bisa datang dari mana saja. Sehingga apabila tidak bisa beritikaf karena urusan pekerjaan, seorang Muslim tidak perlu berkecil hati.
Selain itu, syarat dan rukun itikaf juga tidak mengharuskan dilakukan dalam waktu 10 hari 10 malam berturut-turut. Asalkan berada di dalam masjid dan diniatkan beritikaf, itu sudah dianggap beritikaf.
Prinsip beritikaf sendiri sebenarnya adalah mencontoh amalan Rasulullah SWT. Jika tidak bisa sesempurna Rasulullah, bukan berarti amalan kita tidak diterima.
Sehingga, kita bisa saja menjalankan itikaf sebagian waktu saja, tidak selama 24 jam penuh selama 10 hari berturut-turut. Pun jika kita keluar masjid karena harus kerja, pahala itikaf yang sudah kita jalankan tidaklah gugur sepenuhnya.
Bahkan Imam Syafi'i berpendapat sesingkat apapun orang masuk masjid asalkan berniat itikaf, pahalanya sudah didapat. Tentu pahalanya tidak sama dengan yang beritikaf 10 hari 10 malam berturut-turut.
(ism)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya