Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Salah satu larangan berpuasa adalah dalam kondisi junub dengan segala sebab. Baik karena berhubungan suami istri maupun karena mimpi basah.
Kondisi junub menyebabkan seseorang terhalang untuk ibadah. Dia diwajibkan mandi janabah dulu untuk menyucikan diri sebelum sholat maupun puasa.
Terdapat contoh kasus, seseorang bangun untuk makan sahur. Sementara dia dalam keadaan junub. Apakah dia harus mandi janabah dulu atau langsung makan sahur?
Dikutip dari NU Online, sebenarnya orang junub tidak dilarang makan sahur. Tidak ada keharusan mana yang didahulukan antara mandi janabah atau makan sahur.
Bagi orang junub, mereka terlarang melakukan beberapa hal. Seperti dijelaskan oleh Syeikh Al Qadli Abu Syuja' dalam kitab Matn Al Taqrib.
" Haram bagi orang junub lima hal, sholat, membaca Alquran, memegang dan membawa mushad, thowaf, serta berdiam diri di masjid."
Dalam penjelasan di atas tidak terdapat larangan bagi orang junub untuk makan sahur. Tetapi, dianjurkan untuk mendahulukan mandi janabah, meninggat sahur adalah sunah dalam puasa.
Aktivitas sahur adalah termasuk ibadah. Maka anjuran mandi janabah lebih dulu dimaksudkan untuk menghormati aktivitas sahur.
Apabila waktu yang tersedia cukup pendek sehingga tidak memungkinkan untuk mandi janabah lebih dulu, maka dianjurkan untuk membersihkan kemaluan lalu berwudhu. Setelah itu dibolehkan makan sahur.
Syeikh Ibnu Hajar Al Haitami dalam kitabnya Minhaj Al Qawim Hamisy Hasyiyah Al Turmusi memberikan penjelasan sebagai berikut.
" Dimakruhkan bagi junub, makan, minum, tidur dan bersetubuh sebelum membasuh kemaluan dan berwudhu. Karena ada hadis shahih yang memerintahkan hal demikian dalam permasalahan bersetubuh, dan karena mengikuti sunah Nabi dalam persoalan lainnya, kecuali masalah minum, maka dianalogikan dengan makan."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya