Kisah Mbah Suhartono, Bertahan Hidup dengan Karung Terigu

Reporter : Puri Yuanita
Sabtu, 19 Maret 2016 15:03
Kisah Mbah Suhartono, Bertahan Hidup dengan Karung Terigu
Tubuh lemahnya seringkali sudah tak bisa diajak kompromi. Namun Si Mbah tetap terus bersemangat menjajakan barang dagangan yang ala kadarnya.

Dream - Yogyakarta selalu meninggalkan kenangan manis bagi siapapun yang pernah menyambanginya. Namun di salah satu sudut kota ini ternyata tersimpan sebuah cerita yang dijamin akan mengundang rasa iba Anda.

Adalah kisah Mbah Suhartono. Kakek tua berusia 83 tahun yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang di sekitar Pasar Beringharjo. Di usianya yang sangat renta, Mbah Suhartono masih harus membanting tulang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Tubuh lemahnya seringkali sudah tak bisa diajak kompromi. Namun Si Mbah tetap terus bersemangat menjajakan barang dagangan yang ala kadarnya.

Ya, Mbah Suhartono hanya menjual sarung-sarung bantal sederhana yang dibuatnya dari bahan karung terigu bekas. Soal kebersihan, tak perlu khawatir karena karung-karung tersebut telah diolah sedemikian rupa oleh Mbah hingga menjadi layak pakai. Meski barang dagangannya terlihat sederhana, tapi Si Mbah terbilang kreatif ya.

Sarung-sarung bantal itu biasa dijual Rp10.000 per buah saja. Mbah Suhartono biasa mangkal di pintu keluar Pasar Beringharjo atau terkadang berkeliling di sekitar area penjualan batik-batik.

Dahulu Si Mbah terabaikan, namun belakangan menjadi sorotan setelah kisah hidupnya diunggah dan dibagikan ke dalam akun Facebook sebuah komunitas sosial, Share If You Care.

Kisah kakek 83 tahun asal Yogyakarta itu pun seketika menjadi viral dan menyita perhatian netizen di media sosial. Banyak netizen yang salut dengan kegigihan dan kreativitas Mbah Suhartono lantas mengungkapkannya lewat komentar-komentar positif.

" Mbah suhartono insyaallah diberikan kesehatan & kekuatan & dilindungi Allah SWT," tulis akun Marten Accoustic Hypnotrick.

Tris Wijaya, " Keren nih sarung bantalnya, bisa jadi tren lho, bahannya kan katun dan tebal, adem dan awet."

Nie Mulya, " Sudah tua tp masih semangat semoga laris berkah yaaa."

 

Beri Komentar