Kenapa Tak Ada Kata `Ikhlas` dalam Surat Al Ikhlas?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 10 Desember 2020 08:30
Kenapa Tak Ada Kata `Ikhlas` dalam Surat Al Ikhlas?
Apa alasan surat ke-112 ini dinamai Al Ikhlas?

Dream - Dari 114 surat dalam Alquran, hampir semuanya dinamai dengan kata yang kerap muncul dalam surat. Sebagai misal, Al Baqarah yang berarti 'sapi betina'.

Kata Al Baqarah disebut dalam ayat 67, 68, dan 69 di surat kedua setelah Al Fatihah. Juga seperti Surat Ali Imron, yang disebut dalam ayat 33 dan 35.

Tetapi, berbeda dengan Surat Al Ikhlas. Dalam surat ke-112 di Alquran itu, tidak ada satupun ayat yang mencantumkan kata Ikhlas. Mengapa demikian?

Dikutip dari laman konsultasi syariah, jawaban mengenai hal ini dijelaskan oleh Imam Ibnu Utsaimin dalam kitab Fatawa Nur 'Ala Ad Darb.

" Dinamakan surat al-Ikhlas karena dua hal. Pertama, karena dalam surat tersebut Allah khusus menceritakan tentang diri-Nya. Sehingga di dalam surat ini, tidak ada keterangan apapun selain keterangan tentang Allah Aubhanahu Wa Ta'ala dan sifat-sifat-Nya. Kedua, surat ini mengajarkan tentang prinsip ikhlas bagi orang yang membacanya, sehingga dia menjauhi kesyirikan. Apabila dia baca dengan meyakini kandungannya dan isinya yang mencakup tiga macam tauhid, tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma wa shifat."

Penjelasan serupa diberikan Fakhrur Razi dalam kitabnya Tafsir Ar Razi.

" Karena orang yang meyakininya akan menjadi ikhlas dalam menjalankan agama Allah, dan karena orang yang mati dengan ikhlas, dia akan bersih (dijauhkan) dari neraka."

Waktu Yang Dianjurkan Untuk Membaca Surat Al-Ikhlas

Surat Al-Ikhlas yang merupakan surat ke-112 di Al-Qur’an ternyata memiliki banyak faedah atau hal baik yang bisa didapatkan. Tapi, ternyata ada 9 waktu yang dianjurkan untuk membaca surat Al-Ikhlas.

Waktu-waktu ini ada sepanjang hari, dan merupakan waktu yang amat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena pada waktu ini, pembacaan surat Al-Ikhlas memiliki banyak manfaat yang berbeda-beda.

  1. Sebelum tidur
  2. Saat Shalat Witir tiga raka’at
  3. Ketika Shalat Maghrib di malam Jum’at
  4. Shalat Dua Raka’at saat setelah Thowaf di belakang makam Nabi Ibrahim
  5. Ketika sedang melakukan Shalat Sunnah Ba’diyah Maghrib
  6. Seusai shalat (setelah melakukan salam)
  7. Saat melakukan Qobliyah Subuh
  8. Saat mau melakukan Ruqyah
  9. Ketika pagi dan sore hari

Doa Setelah Membaca Surat Al-Ikhlas

Al Ikhlas merupakan surat yang sering dibaca masyarakat. Dalam zikir, dalam pengajian, juga dalam sholat. Surat ini termasuk surat pendek yang paling banyak dihafalkan. Bahkan sejak kecil, karena Al Ikhlas menjadi surat hafalan wajib anak-anak di madrasah diniyah maupun Taman Pendidikan Alquran.

Surat Al Ikhlas juga sangat dianjurkan untuk dibaca di momen-momen tertentu seperti akan tidur, setelah sholat Subuh, berzikir, dan masih banyak lagi. Karena surat ini mengandung banyak keutamaan. Usai membaca Surat Al Ikhlas, dianjurkan membaca doa ini.

Allahumma inni asaluka ya wahidu ya fardu ya shamadu ya mal lam yattakhidz shahibatan wala waladan yaa mal lam yalid walam yulad walam yakullahu kufuwwan ahad. Asaluka bi asmaikal 'izhami wa anbiyaikal kirami an tusakhkhirali khidama hadzihis surati li 'azhomati 'abdika 'abdirrahman wa 'abdika 'abdish shamadi wa 'abdika 'abdil wahidi yakununa li 'awnan 'ala qadhai hawaijil 'ajalal 'ajalal wahal wahas sa'atas sa'ata barakallahu fikum wa 'alaikum wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya,

" Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Satu, wahai Dzat Yang Esa, wahai Dzat Yang Sendiri, wahai Dzat Yang tidak menjadikan istri dan anak, wahai Dzat Yang tidak melahirkan dan dilahirkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya, agar Engkau mempergunakan kepadaku khadam surah ini dengan kemuliaan hamba-Mu, Abdurrahman, dan hamba-Mu, Abdush Shomad, dan hamba-Mu Abdul Wahid, mereka menjadi penolongku untuk terkabulnya hajatku dengan segera, cepat dan saat ini. Semoga Allah memberkahi kalian. Dan semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya."

Selengkapnya...

(ism) 

Beri Komentar