Dream - Umat Islam disunahkan mengucap salam kepada sesama Muslim. Mereka yang mendapat ucapan itu wajib membalasnya. Bila mendapat sapaan assalamu 'alaikum, maka wajib menjawab 'alaikum salam.
Tetapi, terkadang kita mendengar salam yang diucapkan bukan dalam bahasa Arab. Lantas, apakah salam tersebut harus dijawab?
Imam Nawawi, sebagaimana dikutip Dream dari rubrik Syariah Nahdlatul Ulama, menukil pendapat Imam Rofi', menjelaskan terdapat tiga pendapat ulama mengenai hukum salam dalam bahasa selain Arab, yang disebut 'ajam.
Pendapat pertama menyatakan, salam dengan bahasa 'ajam tidak memadai, namun pendapat ke dua menyatakan memadai. Sementara pendapat ke tiga menyatakan salam tersebut memadai bagi yang tidak mampu berbahasa Arab dan tidak memadai jika mampu berbahasa Arab.
Penjelasan tersebut tertuang dalam kitab Al Majmu Syarh Al Muhadzdzab.
" Pendapat yang benar ialah sah ucapan salam dengan menggunakan bahasa 'ajam (selain bahasa Arab), dan wajib menjawab ucapan salam tersebut, bila orang yang diberi ucapan salam tersebut mengerti, baik dia mengerti bahasa Arab atau tidak, karena ucapan tersebut dinamakan penghormatan dan salam."
Penjelasan selengkapnya baca di sini...
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru