Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kebakaran Apartemen Di London (huffington Post).
Dream - Musibah kebakaran mengerikan terjadi di London pada Selasa dini hari waktu setempat atau Rabu pagi waktu Indonesia. Api melalap dan menghanguskan sebuah apartemen Grenfell. Sejumlah penghuni apartemen selamat dari insiden tersebut.
Adalah Khalid Suleman Ahmed, menjadi sosok pahlawan bagi para penghuni apartemen. Pemuda 20 tahun itu menyelamatkan para penghuni apartemen dari ancaman kobaran api.
Ahmed baru saja pindah ke apartemen itu bersama bibinya. Keduanya tinggal di lantai delapan apartemen itu.
Kepada Huffington Post, Ahmed mengaku sebenarnya dia tidak biasa bangun tengah malam. Tetapi, selama Ramadan, dia selalu bangun dini hari untuk makan sahur.

Saat menyadari ada api, dia segera menggedor pintu tetangganya untuk membangunkan mereka.
" Tidak ada alarm kebakaran yang menyala dan tidak ada peringatan. Saya sedang bermain PlayStation sembari menunggu waktu makan sahur, lalu mencium bau asap. Saya bangun dan menengok keluar jendela dan melihat lantai tujuh terbakar," ujar Ahmed.
" Saya langsung membangunkan bibi saya, lalu berpakaian dan mulai menggedor pintu tetangga-tetangga. Setiap rumah terbuka kecuali dua. Saya melihat orang lain dan hanya satu keluarga yang tidak menyahut. Tetangga sebelah saya tidur begitu lelap," ucap dia.
Saat menyusuri lorong, Ahmed melihat kepulan asap tebal. Dia dan bibinya terus berjalan menuju jalur evakuasi.

Saat sudah berada di tempat aman, Ahmed mengaku api belum melalap rumah mereka. " 20 menit kemudian, rumah kami habis," kata Ahmed.
Selanjutnya, Ahmed mengatakan kepanikan mulai muncul ketika sebagian besar penghuni sudah berada di luar apartemen. Sebagian dari mereka menangis, menyadari anggota keluarganya telah tiada.
" Ada banyak Muslim yang tinggal di sana dan orang-orang memilih bertahan dan menunggu sehingga itu menjadi faktor bagi saya dan para Muslim lainnya (untuk bertindak secepatnya). Ini mungkin menyelamatkan nyawa," kata Ahmed.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya