Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kisah Bocah Muslim Penyelamat di Petaka Kebakaran London

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 15 Juni 2017 19:02
Kisah Bocah Muslim Penyelamat di Petaka Kebakaran London
Ahmed mengaku sedang main PlayStation sembari menunggu waktu makan sahur.

Dream - Musibah kebakaran mengerikan terjadi di London pada Selasa dini hari waktu setempat atau Rabu pagi waktu Indonesia. Api melalap dan menghanguskan sebuah apartemen Grenfell. Sejumlah penghuni apartemen selamat dari insiden tersebut.

Adalah Khalid Suleman Ahmed, menjadi sosok pahlawan bagi para penghuni apartemen. Pemuda 20 tahun itu menyelamatkan para penghuni apartemen dari ancaman kobaran api.

Ahmed baru saja pindah ke apartemen itu bersama bibinya. Keduanya tinggal di lantai delapan apartemen itu.

Kepada Huffington Post, Ahmed mengaku sebenarnya dia tidak biasa bangun tengah malam. Tetapi, selama Ramadan, dia selalu bangun dini hari untuk makan sahur.

Kebakaran di London

Saat menyadari ada api, dia segera menggedor pintu tetangganya untuk membangunkan mereka.

" Tidak ada alarm kebakaran yang menyala dan tidak ada peringatan. Saya sedang bermain PlayStation sembari menunggu waktu makan sahur, lalu mencium bau asap. Saya bangun dan menengok keluar jendela dan melihat lantai tujuh terbakar," ujar Ahmed.

" Saya langsung membangunkan bibi saya, lalu berpakaian dan mulai menggedor pintu tetangga-tetangga. Setiap rumah terbuka kecuali dua. Saya melihat orang lain dan hanya satu keluarga yang tidak menyahut. Tetangga sebelah saya tidur begitu lelap," ucap dia.

Saat menyusuri lorong, Ahmed melihat kepulan asap tebal. Dia dan bibinya terus berjalan menuju jalur evakuasi.

kebakaran apartemen di London

Saat sudah berada di tempat aman, Ahmed mengaku api belum melalap rumah mereka. " 20 menit kemudian, rumah kami habis," kata Ahmed.

Selanjutnya, Ahmed mengatakan kepanikan mulai muncul ketika sebagian besar penghuni sudah berada di luar apartemen. Sebagian dari mereka menangis, menyadari anggota keluarganya telah tiada.

" Ada banyak Muslim yang tinggal di sana dan orang-orang memilih bertahan dan menunggu sehingga itu menjadi faktor bagi saya dan para Muslim lainnya (untuk bertindak secepatnya). Ini mungkin menyelamatkan nyawa," kata Ahmed.(Sah)

Beri Komentar