Senyum Mustahik, Cerita Haru Dhuafa Mencari Uang Sekolah

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 30 Juli 2016 18:02
Senyum Mustahik, Cerita Haru Dhuafa Mencari Uang Sekolah
PPPA Daarul Quran membuat program sosial kemanusiaan bernama Senyum Mustahik. Program ini ditujukan untuk membantu meringankan beban para mustahik.

Dream - Kamis siang itu, 28 Juli 2016, Tia harus menempuh perjalanan selama dua hingga tiga jam dari rumahnya di Bekasi menuju kawasan Bisnis CBD Ciledug, Tangerang. Dia harus datang ke tempat itu hari itu juga.

Padahal, udara siang itu begitu terik dan terasa menyengat kulit. Belum lagi kondisi jalanan Ibukota yang selalu dilanda kemacetan parah. Tentu membuat emosi begitu mudah meluap.

Tapi, Tia memilih mengabaikan itu dan berusaha untuk sampai di sana. Sebab, dia terpaksa harus berpikir keras jika tidak pergi ke Tangerang hari itu juga.

Tia merupakan seorang janda miskin. Dia sempat tiga kali menikah, namun harus berakhir lantaran ketiga suaminya meninggal dunia. Alhasil, dia tidak memiliki nafkah yang seharusnya didapatnya dari sang suami.

Sementara, dia memiliki beberapa orang anak. Sulungnya mulai masuk ke jenjang Sekolah Menengah Atas. Tentu butuh biaya banyak untuk bisa sekolah. Hal itu memaksa dia berpikir keras bagaimana cara mendapatkan uang.

Beruntung, Tia mendapat kabar PPPA Daarul Quran memiliki program sosial kemanusiaan yang khusus diperuntukkan bagi para mustahik, Senyum Mustahik. Program yang dimulai sejak Januari lalu dibentuk untuk membantu kaum dhuafa. Pelayanan program ini dibuka setiap Selasa dan Kamis.

Tia pun mendatangi kantor Senyum Mustahik yang terletak di komplek Kantor PPPA Daarul Quran. Dia berharap bisa memperoleh sedikit bantuan agar bisa menyekolahkan anaknya.

" Alhamdulillah, uang yang saya terima bisa untuk membayar biaya sekolah anak saya," kata Tia.

Setiap pelayanan dibuka, lebih dari 100 orang mustahik datang. Sejak berdiri pada Januari hingga Juli tahun ini saja, jumlah mustahik yang datang mencapai 2.186 orang.

Semua mustahik datang dengan pelbagai persoalan. Mulai dari tunggakan kontrakan, biaya sekolah anak, mualaf, hingga ditinggal suami,

Di kantor Senyum Mustahik, mereka selalu diterima oleh penanggung jawab program, Rojali Zein. Dengan ramah, Rojali melayani masing-masing mustahik yang membutuhkan bantuan.

Tak jarang dia sisipkan pesan nasihat kepada para mustahik, agar mereka selalu rajin ibadah.

" Meskipun hidup susah, ibadah tidak boleh payah," kata Rojali.

Rojali mengakui bantuan yang disalurkan melalui program ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan jumlah penerimanya. Meski begitu, program ini mampu membantu meringankan beban para mustahik.

Setidaknya, para mustahik tidak merasa sendirian saat mereka dilanda masalah. Dengan begitu, mereka tetap bisa tersenyum.

Sumber: pppa.or.id

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie