Ini Tata Cara Sholat Sunah Gerhana, Bolehkah Sendirian?

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 31 Januari 2018 06:01
Ini Tata Cara Sholat Sunah Gerhana, Bolehkah Sendirian?
Umat Islam Indonesia mengenal sholat sunah gerhana dikerjakan secara berjemaah.

Dream - Malam nanti, insyaallah, fenomena alam paling langka akan muncul di langit Indonesia. Gerhana bulan total dan fenomena Blue Blood Moon akan terjadi bersamaan dimulai sekitar pukul 7 malam.

Sebagai umat Islam, dianjurkan untuk mendirikan sholat sunah gerhana saat mengalami fenomena alam itu. Sholat gerhana sangat dianjurkan dilaksanakan dengan berjemaah. Sholat ini dilaksanakan dalam dua rakaat, namun dengan rukuk dua kali setiap rakaat.

Setelah sholat, rukun yang harus dijalankan adalah khutbah dua kali. Khutbah disampaikan oleh imam atau khatib yang telah ditunjuk.

Tetapi, bagaimana jika sholat sendirian? Alasannya, tinggal jauh dari masjid.

Dikutip dari rubrik Syariah Nahdlatul Ulama, sholat sunah gerhana bisa dikerjakan sendirian di rumah masing-masing. Pandangan ini dipegang oleh ulama Mazhab Hanafi dan Maliki.

Syeikh Hasan Sulaiman Nuri dan Sayyid Alwi Abbas Al Maliki menjelaskan tata cara sholat gerhana sendirian seperti yang dianut dua mazhab di atas. Penjelasan tersebut tercantum pada kitab Ibanatul Ahkam, Syarah Bulughul Maram.

" Kalangan Hanafi mengatakan, sholat gerhana bulan itu berjumlah dua rakaat dengan satu rukuk pada setiap rakaatnya sebagai sholat sunah lain pada lazimnya, dan dikerjakan secara sendiri-sendiri. Pasalnya, gerhana bulan terjadi berkali-kali di masa Rasulullah SAW tetapi tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasul mengumpulkan orang banyak, tetapi beribadah sendiri. Kalangan Maliki menganjurkan shalat sunah dua rakaat karena fenomena gerhana bulan dengan bacaan jahar (lantang) dengan sekali rukuk pada setiap kali rakaat seperti shalat sunah pada lazimnya, dikerjakan sendiri-sendiri di rumah. Shalat itu dilakukan secara berulang-ulang sampai gerhana bulan selesai, lenyap, atau terbit fajar. Kalangan Maliki menyatakan makruh shalat gerhana bulan di masjid baik berjamaah maupun secara sendiri-sendiri."

Sedangkan tata caranya adalah sebagai berikut.

1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram,

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram,

3. Baca ta'awudz dan Surat Al Fatihah. Setelah itu baca salah satu surat pendek Alquran dengan jahar (lantang),

4. Rukuk,

5. Itidal,

6. Sujud pertama,

7. Duduk di antara dua sujud,

10. Sujud kedua,

11.Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

12.Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Durasi pengerjaan rakaat kedua lebih pendek daripada pengerjaan rakaat pertama.

13. Salam.

14. Istighfar dan doa.

Selengkapnya...

Beri Komentar