Soal Sunnah Rasul, dari Malam Jumat Hingga Kehidupan Sehari-hari

Reporter : Sugiono
Kamis, 20 September 2018 10:03
Soal Sunnah Rasul, dari Malam Jumat Hingga Kehidupan Sehari-hari
Benarkah sunnah rasul malam Jumat itu ada? Sunnah rasul apa yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari? Ketahui juga macam-macam syafaat nabi jika menjalankan sunnah rasul dengan benar.

Dream - Umat Islam yang taat pasti akan menjalankan segala kewajiban dan menjauhi larangan yang diperintahkan Allah Ta'ala.

Kewajiban dari Allah yang harus dijalankan seorang Muslim misalnya shalat, berpuasa di bulan Ramadan, membayar zakat, atau berhaji bagi yang mampu secara fisik dan finansial.

Sedangkan menjauhi larangan yang diperintahkan Allah seperti berzina, menyembah selain Allah, musyrik, dan sebagainya.

Nah, selain kewajiban dari Allah, seorang Muslim juga sebaiknya mengikuti amalan sunnah yang dicontohkan Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam telah ditunjuk oleh Allah sebagai penutup para nabi atau Khatam an-Nabiyyin.

Artinya status kenabian telah berakhir setelah Muhammad. Pernyataan ini tertulis dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 40.

" Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Karena sebagai penutup para nabi, maka umat Islam wajib mencontoh apa yang dilakukan atau diucapkan oleh Nabi Muhammad sebagai sebuah sunnah rasul.

1 dari 3 halaman

Apa Itu Sunnah Rasul

Dream - Sunnah Rasul adalah sikap, tindakan, aktivitas, ucapan dan cara Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam dalam menjalani hidupnya.

Sebagai Muslim yang taat, sudah sepantasnya kita menjalankan sunnah rasul ini dengan mencontoh teladan yang diperlihatkan Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam.

Dengan mengikuti teladan Rasulullah, seorang Muslim mengharapkan syafaat (pertolongan) dari Nabi Muhammad kelak saat dihisab amal perbuatannya di Padang Mahsyar di Hari Kiamat.

Syafaat Rasulullah ini sangat diperlukan seorang Muslim untuk mempermudahkan dirinya menjalani hisab dengan cepat agar segera masuk surga atau meringankan hukumannya di neraka.

Macam-macam Syafaat Nabi

Terkait macam-macam syafaat yang dimiliki Nabi shallallahu'alaihi wa sallam ini, Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah menulis di dalam kitabnya yang berjudul Fath Al-Majid.

Dalam kitab itu Syaikh Abdurrahman menyebutkan bahwa Ibnul Qayyim menerangkan syafaat yang dimiliki oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam ada enam, yaitu sebagai berikut:

1. Asy-Syafa’ah Al-Kubra (syafaat yang besar), yaitu syafaat yang tidak mampu diberikan oleh Nabi lainnya seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa sampai akhirnya disanggupi oleh Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam.

Hal itu terjadi ketika manusia pergi menghadap para nabi, untuk memohonkan syafaat kepada Allah bagi mereka, agar Allah meringankan mereka dari keadaan yang sangat memberatkan di Padang Mahsyar. Syafaat ini bersifat khusus bagi Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dan tidak seorang pun dapat melakukannya.

2. Syafaat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam untuk calon penghuni surga, agar dimudahkan masuk ke dalamnya. Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu menyebutkan hal itu di dalam hadits panjang yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahih.

3. Syafaat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam untuk pelaku maksiat dari kalangan umatnya, yang seharusnya masuk neraka karena dosa-dosa mereka. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam lalu memberi syafaat untuk mereka, sehingga tidak masuk ke dalam neraka.

4. Syafaat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam untuk orang-orang durhaka dari pemeluk agama tauhid yang masuk neraka disebabkan dosa-dosa yang mereka lakukan.

Hadits-hadits tentang hal ini bersifat mutawatir dan disepakati oleh semua sahabat dan ahlussunnah. Mereka sepakat bahwa orang yang tidak mempercayai hal ini adalah orang yang sesat.

5. Syafaat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam untuk penghuni surga agar pahala mereka bertambah dan derajat mereka di dalam surga meningkat. Syafaat ini khusus bagi orang-orang ikhlas, yang tidak mencari pelindung dan pemberi pertolongan selain daripada Allah, sebagaimana firman berikut ini.

“ Peringatkanlah dengannya (Alquran) itu kepada orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa.” (QS. Al-An’aam: 51).

6. Syafaat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam untuk keluarganya yang kafir, yang termasuk penghuni neraka, sehingga diringankan azabnya. Ini hanya khusus bagi paman beliau yang bernama Abu Thalib.

Semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita semua, dan semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad, beserta seluruh keluarga dan para sahabatnya.

2 dari 3 halaman

Sunnah Rasul Malam Jumat

Dream - Telah diketahui bahwa sunnah rasul itu adalah segala tindakan dan ucapan Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam dalam menjalani hidupnya yang patut dicontoh oleh seluruh umat Islam.

Namun faktanya, dalam kehidupan sehari-hari, sunnah rasul sering identik dengan aktivitas di hari Kamis malam atau malam Jumat saja. Parahnya lagi, istilah sunnah rasul ini lebih populer atau sering diartikan hanya sebatas hubungan suami istri pada kedua hari tersebut.

Padahal, tidak ada hadits shahih atau ayat Alquran yang mengatakan sunnah rasul malam Jumat identik dengan melakukan hubungan suami istri.

Pendapat yang kuat justru menganjurkan untuk melakukan hubungan intim di hari Jumat. Yaitu sebelum berangkat shalat Jumat di siang hari, bukan malam Jumat. Karena batas awal waktu mandi untuk shalat Jumat adalah setelah terbit fajar hari Jumat.

Ustadz Ammi Nur Baits, menambahkan, ada hadits shahih namun tidak mengatakan secara gamblang bahwa sunnah rasul malam Jumat adalah hubungan seks suami istri. Berikut hadits tersebut:

“ Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan memandikan, dia berangkat lebih pagi dan mendapatkan awal khotbah, dia berjalan dan tidak berkendaraan, dia mendekat ke imam, diam, serta berkonsentrasi mendengarkan khotbah maka setiap langkah kakinya dinilai sebagaimana pahala amalnya setahun.” (H.R. Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah; dinilai sahih oleh Imam An-Nawawi dan Syekh Al-Albani)

Lantas, sunnah rasul apa yang harus dilakukan di malam Jumat atau hari Jumat? Jawabannya silakan simak sunnah rasul berikut yang dirangkum Dream dari berbagai sumber. Tidak hanya sunnah rasul malam Jumat, tapi juga sunnah rasul dalam kehidupan sehari-hari.

3 dari 3 halaman

Sunnah Rasul Dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Memperbanyak membaca Shalawat

Sabda Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari Jumat karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari Jumat, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku. (HR. Baihaqi)

2. Membaca Alquran, khususnya surat Al Kahfi

Sabda Nabi shallallahu'alaihi wa sallam: Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya baginya diantara dua Jumat. (HR. Al Hakim). Tentu saja lebih baik lagi jika dikaji dan ditadabburi ayat-ayatnya.

3. Memperbanyak doa

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, Hari Jumat itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah SWT dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah Ashar. (HR. Abu Dawud)

4. Menyegerakan shalat

Menyegerakan shalat dengan datang ke masjid merupakan sunnah yang sangat baik kita kerjakan. Seperti yang diperlihatkan dalam hadits berikut ini.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “ Andaikata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

5. Menjalankan shalat Istikharah

Shalat Istikharah dilakukan jika kita merasa bingung dalam menentukan pilihan. Kita memohon kepada Allah agar ditunjukkan pilihan mana yang terbaik menurut Allah, bukan kita. Seperti yang diriwayatkan dalam hadits berikut.

Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu anhu bahwa ia berkata, “ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Alquran kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)

6. Bersiwak

Kita disunnahkan untuk bersiwak setiap saat, terutama ketika akan berwudhu, shalat, membaca Al-Qur’an, atau saat bau mulut tidak sedap. Bersiwak ini juga dianjurkan baik saat kita puasa atau tidak, pagi maupun sore, setelah bangun tidur, dan saat hendak memasuki rumah. Seperti yang diriwayatkan dalam dua hadits berikut ini.

Bersiwak itu seperti gosok gigi, bedanya kalau bersiwak itu menggunakan kayu yang disebut siwak. Ada hadits yang menyebutkan masalah bersiwak ini, seperti yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “ Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga bersabda, “ Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Berwudhu sebelum tidur

Selain tidur dalam keadaan suci, berwudhu sebelum tidur akan membuat tidur menjadi lebih nyaman. Karena semua permasalahan telah kita serahkan kepada Allah.

Selain itu Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga mengingatkan kita untuk tidur miring ke kanan. Hadits tentang berwudhu sebelum tidur dan tidur miring ke kanan ini diperlihatkan dalam hadits berikut ini.

Dari Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “ Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika kamu meninggal, maka kamu meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

8. Memakai sandal dengan kaki kanan dan melepasnya dengan kaki kiri

Karena terburu-buru, kita sering lupa adab ketika memakai dan melepas sandal. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “ Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

9. Bersujud ketika mendapatkan nikmat atau terhindar dari bencana

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “ Jika Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

10. Berdoa saat memakai pakaian baru

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, “ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “ Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

11. Mengibaskan seprei sebelum tidur

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,“ Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “ Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)

12. Mengikuti bacaan muazin

Sunnah rasul ini mungkin jarang kita lakukan. Terlebih lagi jika saat azan berkumandang, kita masih sibuk dengan pekerjaan. Mengikuti bacaan azan ini sesuai dengan hadits berikut.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “ Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)

13. Menjalankan shalat Dhuha

Shalat Dhuha biasanya dikaitkan dengan mendatangkan rezeki. Shalat ini bisa dikerjakan minimal dua rakaat. Tapi kalau ternyata kamu mampu lebih, maka diperbolehkan sampai 12 rakaat.

Diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “ Shalat dhuha itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan, dan tidak ada yang memelihara shalat kecuali orang-orang bertobat.” (HR. Tirmidzi)

14. Menjalankan shalat Tahajud

Ada satu waktu yang paling dianjurkan untuk mengerjakan sholat sunnah tahajud yaitu di sepertiga malam terakhir. Sekitar pukul 1 dinihari sampai menjelang waktu Subuh. Pada waktu itu Allah akan mengabulkan setiap permintaan makhluk-Nya. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:

Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap sepertiga malam akhir. Ia (Allah) lalu berkata: “ Barangsiapa yang berdoa, akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni. Hingga terbit fajar”. (HR. Bukhari 1145, Muslim 758)

15. Shalat Subuh berjamaah di masjid

Shalat Subuh lebih afdhol dikerjakan secara berjamaah di masjid. Memang berat, karena dikerjakan pagi hari ketika kita sedang nyenyak-nyenyaknya tidur. Tapi kalau Sahabat Dream mengerjakan shalat sunnah ini, akan banyak kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “ Sungguh, shalat yang paling berat bagi orang munafik, adalah shalat isya dan shalat shubuh. sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangani keduanya, sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari-Muslim)

Demikianlah beberapa sunnah rasul yang bisa dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat.

(ism, Dirangkum dari berbagai sumber)

Beri Komentar