Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemain Basket Muslim Di Kanada (Onislam.net)
Dream - Berpuasa selama 15 jam sehari membuat pemain-pemain basket Hamilton Muslim merasa tertantang, apalagi sambil menjaga performa di turnamen lokal.
Brian Beauvais, presiden Asosiasi Basket Hamilton Muslim, mengatakan berpuasa adalah urusan pribadi pemain dengan Tuhan tapi baginya sebaiknya mereka tetap menjalankan ibadah puasanya.
" Jika Anda memilih untuk tidak berpuasa, itu adalah antara Anda dan Tuhan, tapi aku tidak akan melakukan itu," kata Beauvais kepada CBC Hamilton, Sabtu 11 Juli 2014.
Beauvais adalah salah satu pemain muslim yang berpartisipasi dalam sebuah tim di turnamen basket Positif Productions di Mississauga pada akhir Juni.
Baginya dan pemain lain, Hamid Nassek, puasa berarti tidak ada makanan dan tidak ada air dari fajar sampai senja. Selama turnamen, tim bermain tujuh pertandingan dalam satu hari, hanya satu dari mereka datang setelah matahari terbenam.
" Bagian tersulit adalah tidak bisa minum air," kata Beauvais. " Ini benar-benar mengejutkan tim."
" Kami cukup haus. Pada akhirnya saya benar-benar terkuras. Benar-benar lelah."
Namun, ia menambahkan bahwa kelelahan dan pengalaman yang intens benar-benar membantu dia disiplin. Itu membantu umat Islam untuk berbagi perasaan dengan orang miskin. " Ini membantu kita memahami penderitaan yang kurang mampu," kata Beauvais.
Tantangan Ramadan yang sama juga dihadapi pemain muslim di Piala Dunia Brasil.
Melihat banyaknya pemain muslim dalam tim Eropa dan Afrika memunculkan banyak pertanyaan tentang kemampuan mereka untuk berpuasa sambil bermain.
Tapi Beauvais mengatakan bahkan meski terlibat dalam salah satu acara olahraga terbesar di dunia, hanya ada satu pilihan yang harus dikedepankan.
" Bahkan dalam kegiatan seperti itu, olahraga harus menjadi yang nomor dua. Tidak ada lagi yang bisa sama pentingnya," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya