Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rashid Indasan (Gulfnews)
Dream - Rashid Indasan, penceramah asal Filipina ini termotivasi lebih giat menyebarkan Islam. Mulanya, Rashid menyaksikan 27 tenaga kerja asal negara itu memeluk Islam di Dubai. Setelah itu, semangatnya semakin meninggi.
" Tugas kita adalah untuk menyampaikan ajaran Islam," kata Indasan, 42 tahun, dari Kota Quezon.
Sebanyak 27 rekan Indasan dari Filipina mengucapkan syahadat di World Trade Centre, hari ke-12 bulan Ramadan tahun lalu. Dua puluh empat dari mereka adalah perempuan.
Indasan adalah salah satu di antara mereka yang diundang oleh Departemen Pariwisata dan Perdagangan Pemasaran Dubai, untuk menjadi pembicara di Forum Ramadan.
Dia membahas tentang Tantangan Islam dalam bahasa Tagalog dan akan diikuti dengan sebuah forum terbuka. " Selain menyoroti tantangan belajar Alquran, saya akan menunjukkan bagaimana luar biasanya kitab itu," katanya.
Indasan memeluk Islam pada 1988. Istri dan kelima anaknya, yang berusia antara 10 dan 20 tahun, juga masuk Islam. " Perkenalan saya dengan Islam dimulai pada 1986. Saat itu, yang ada dipikirannya soal Islam hanyalah keinginan untuk mematahkan ajaran Islam lewat perdebatan," kisahnya.
Kini, ia telah menjadi muslim yang kaffah. Sudah ratusan orang yang diislamkan Indasan. Ia terus aktif berdakwah di masyarakat Filipina. Pada 2010, dia mendirikan sebuah pusat dakwah Islam bernama As-Sirat Al-Mustaqim (jalan yang lurus).
Omar Gentilezo, 45 tahun adalah seorang insinyur sipil yang memeluk Islam pada 2003. Dia mengatakan sangat terkesan dengan meningkatnya pemeluk Islam.
" Alhamdulilah, mereka menjadi lebih tercerahkan ketika ia (Indasan) menjelaskan ajaran Islam yang benar," kata Gentilezo. " Saya bangga melihat rekan-rekan Filipina saya membaca syahadat dan menerima Islam."
Di forum tahun lalu, 25 warga Filipina memeluk Islam setelah seorang sarjana muslim Filipina terkemuka, Omar Penalber, menyampaikan khotbahnya.
Pada 2010, 125 warga Filipina juga kembali ke Islam. Dan pada tahun berikutnya, 76 warga Filipina memutuskan menerima Islam sebagai agama baru mereka.
" Saya ingin merangkul non-muslim untuk masuk Islam secara damai, tanpa memaksa mereka untuk menerimanya." katanya.
(Ism, Sumber: The National AE)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya